Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Janji Manis Putra Mahkota

Janji Manis Putra Mahkota

Pertanyaan ini bergema di seluruh negeri, memperkuat rasa ketidakpastian yang sudah mencengkeram hati semua orang. Karina berjalan dengan bangga dan anggun di atas karpet merah penyambutan. Di ujung karpet merah itu--berdiri Alicia dengan mengangkat bantal merah yang di atasnya ada mahkota khusus Ratu yang sudah 200 tahun tidak pernah digunakan. “Mari kita mulai upacara sakral ini. Nama anda selamanya akan tercatat di literatur negara sebagai sosok pemberani yang menjaga Austria tetap terjaga dari krisis yang lebih besar.”
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai queen mahkota
Baca
+Pustaka
Koma

Koma

Awas kalau nanti ketemu bakal jadi ayam geprek dia (paling omong doang). Aku memandangi lukisanku, seorang anak perempuan kecil dengan gaun plokadot merah terlihat lahap memakan awan besar yang ia duduki, ditambah pelangi diatasnya. Kurasa lukisanku biasa aja, enggak ada yang aneh atau lucu. Lalu kenapa si Oja ketawa? 
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai queen mahkota
Baca
+Pustaka
Rahasia Majikanku

Rahasia Majikanku

Rahasia Majikanku #6 Di perjalanan pulang, mataku tertuju pada sebuah bangunan berwarna cokelat. Sepertinya orang-orang yang ada di dalam bangunan itu sangat tepat untukku meminta pertolongan. "Minggir, Pak."
1022.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 510 kali sebagai queen mahkota
Baca
+Pustaka
Kesatria Mawar

Kesatria Mawar

Aroma mawar menyeruak diikuti kerlipan-kerlipan cahaya keemasan yang semakin lama memperjelas wujudnya, belasan kupu-kupu. Houri langsung melakukan salam penghormatan. Kupu-kupu yang paling indah perlahan menjelma menjadi wanita cantik dengan tiara indah di kepala. Dialah ratu peri kupu-kupu emas. Sang ratu menghampiri Ghumaysa dan menusukkan tongkatnya ke perut wanita itu. "Argggh!" Erangan memilukan terasa memekakkan telinga. "Tidak! Tidak! Tidaaak!"
1019.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 628 kali sebagai queen mahkota
Baca
+Pustaka
Mata Elang

Mata Elang

kata mami Vanya. Gadis itu terpaksa menuruti dan mengikuti perintah mami masuk rumah keluarganya yang megah nan indah, gaya bangunan Eropa yang mempunyai balkon maupun teras luas dengan jendela kaca menghiasi di setiap sisinya. Vanya bagaikan manusia peliharaan yang harus mematuhi perintah orang tuanya, terutama maminya. Gadis cantik dengan tinggi rata-rata, berkulit kuning langsat itu bagaikan boneka hidup.
108.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai queen mahkota
Baca
+Pustaka
Pena Ajaib

Pena Ajaib

"Pena milik siapa ini?" tanya Ocin seraya mengambil pena yang tergeletak di meja belajarnya. Diamatinya baik-baik pena berwarna kuning keemasan dan hitam yang seimbang itu. Bentuk penanya pun agak antik dan berbeda dengan pena jaman sekarang. Yang lebih aneh lagi, Ocin tidak bisa membuka pena tersebut untuk mengetahui isinya masih atau belum.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai queen mahkota
Baca
+Pustaka
Mercusuar

Mercusuar

timpal Toha. "Memang, barang antik apaan, Yan? Jam? Kalung?--" "Arca!" "Arca?" Heranku yang juga ditemani Agus dan Toha dengan wajah masing-masing yang ikutan bertanya-tanya. "Yup! Arca Ganesha dari jaman Majapahit. Harganya bisa dapet dua M di pasar gelap." "Kalau laku." Agus dengan ketusnya menyambar kalimat Brian.
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai queen mahkota
Baca
+Pustaka
Air Mata Rani

Air Mata Rani

Wanita yang merupakan ibu gadis kecil itu menghampiri mereka berdua dengan wajah khawatir. “Sayang ... Rupanya kamu di sini, mama cariin kamu kemana-mana!” ucap wanita cantik yang usianya sekitar 30-an. “Ayo, kita pulang! Mama sudah selesai belanja,” ajak wanita berhijab putih itu. Gadis kecil itu mengangguk. “Mita sedang lihat ikan, Ma,” jawab gadis lima tahun itu seraya menunjuk ikan yang berada di dalam akuarium.
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 194 kali sebagai queen mahkota
Baca
+Pustaka
Mahkota Darah Sang Permaisuri Yang Terbuang

Mahkota Darah Sang Permaisuri Yang Terbuang

“Hadiah.” Qingge membuka kotaknya. Di dalamnya terdapat sebuah mahkota. Namun bukan mahkota emas. Mahkota itu terbuat dari perak sederhana. Di bagian tengahnya terdapat ukiran bunga teratai dan burung phoenix. Qingge menatapnya. “Kenapa memberiku ini?” Chu Canglan tersenyum. “Karena aku ingin mengganti mahkota yang pernah kau pakai ketika kau kembali ke istana.”
762 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai queen mahkota
Baca
+Pustaka
Bara di Balik Mahar

Bara di Balik Mahar

ucap Rahma. Kanaya mengikutinya menuju tangga dan turun ke lantai bawah. Ruang makannya sangat mewah, berbentuk persegi panjang dengan tiga kursi di kanan dan kirinya. Ada sebuah pot dengan bunga-bunga segar berwarna putih dan ungu. Beberapa lukisan terpajang di dinding sekitar ruang makan.
10309 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6 kali sebagai queen mahkota
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status