Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan

tanya Imelda lembut. "Bun, aku mau minta izin," ujar Ibra ragu. "Minta izin?" ulang Imelda. "Untuk apa?" "Sebentar lagi, aku lulus dan diwisuda, Bun. Setelah mendapatkan ijazah, aku berencana pergi ke Jepang." Kalimat yang diucapkan oleh Ibra memang terdengar pelan dan lembut. Namun, tetap saja semua orang sangat terkejut atas keputusan Ibra yang tiba-tiba itu.
1016.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 356 kali sebagai quotes jawa
Baca
+Pustaka
Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan

Dita mengelap bibirnya dengan serbet yang halus. Matanya melirik ke arah Dika. Dika, dengan wajah tenangnya, sedang meneguk jus dengan tenang, seperti tak terlalu banyak pikiran yang mengganggunya. "Ada sesuatu yang ingin Anda bicarakan malam ini, Pak Dika?" Dika membalas senyuman Dita dengan santai, kemudian berkata, "Ya, sebenarnya ada beberapa hal yang ingin saya diskusikan. Salah satunya adalah tentang peningkatan gaji untukmu."
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai quotes jawa
Baca
+Pustaka
JEJAK SANG PEWARIS

JEJAK SANG PEWARIS

desis Kakek Snjaya tajam mengancam, pelan tetapi dapat terdengar dengan jelas oleh semua orang, bahkan oleh tamu yang duduk di barisan paling belakang. Melihat kekuatan Kakek Sanjaya, semua orang pun terdiam kagum sekaligus takut. Akan tetapi, Winston justru tertawa mengejek. Dia bahkan berkata dengan nada sinis yang amat merendahkan, “Tidak perlu pamer begitu, aku bukan anak kecil dan aku juga bukan datang untuk bertarung denganmu. Bagaimanapun, Keluarga Wijaya dari negara Vicinus sudah terlanjur terkenal dengan kesabarannya. Oleh karena itu, kami hanya mengirimkan hadiah istimewa sebagai bukti kesabaran kami. Aku yakin kamu sudah menerimanya. Namun, aku tidak yakin apakah kamu punya cukup
1025.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 928 kali sebagai quotes jawa
Baca
+Pustaka
Bara Dendam di Perbatasan

Bara Dendam di Perbatasan

Rasa penasaran di benak sang prajurit semakin bertumpuk-tumpuk. “Burung kepodang terbang tinggi. Bulunya indah kuning semburat.” Lelaki tua di depan sana bersuara. Ucapannya itu lebih mirip parikan, yaitu pantun pendek yang umum berkembang di Jawa. Untuk kesekian kalinya membuat Seta bingung sendiri. Namun tidak demikian halnya dengan Ki Sajiwa. “Yang dicari ada di sini. Marilah andika datang mendekat,” sahut sang petapa dari Teluk Lawa.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai quotes jawa
Baca
+Pustaka
Sang Penjelajah Malam

Sang Penjelajah Malam

Mereka masih punya waktu sampai Cahyo sadar dan menghentikan sumpah serapahnya itu. "Bahasa yang dia pakai itu sepertinya sih masih logat Jawa keraton, kalian paham maksudnya kan?" ucap Adhya saat semuanya sedang duduk santai dan mendengarkan lantunan Murrotal di ponsel masing-masing. "Masih, kita kan dari Jawa juga," sahut Joko yang sehari-hari memakai bahasa itu yang sudah jelas pasti fasih.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai quotes jawa
Baca
+Pustaka
JANGAN GANTUNG MUKENAH DI BALIK PINTU

JANGAN GANTUNG MUKENAH DI BALIK PINTU

Minuman jahe, jamu dari temulawak, air kayu manis, juga yang lain. Si tuan rumah mengajakku makan siang gratis, tapi aku minta di bungkuskan saja untuk bekal menuju kota. Aku mendengar mereka tengah berbincang seusai aku dari belakang, Kakek Aiswha membeberkan tentangku yang sedang kesulitan. Dia juga bilang kalau aku tengah merasakan kerundungan yang dalam. Aku kurang memahami banyak bahasa Jawa saat mereka bertukar pikiran tentang mitos adanya setan. Tapi, banyak yang sudah terjadi. Bahkan hampir setiap ucapannya penuh dengan cerita mistis. “Boleh, Neng. Maturnuwun.”
1022.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 892 kali sebagai quotes jawa
Baca
+Pustaka
Perjalanan Sang Batara

Perjalanan Sang Batara

Kepalanya berkali-kali mencoba untuk tegak, namun beberapa hitungan jari kemudian tertunduk lagi. Dengan perlahan Jaka bangkit berdiri lalu menggeliat. Tiba-tiba dia mendengar suara nyanyian kidung jawa. Suara itu kecil namun terdengar jelas di telinga Jaka. Suara yang merdu dan membuat siapapun yang mendengarnya merasa sedih. "Kau menyangka telah arungi bahagia yang sejati nyatanya kau menipu diri
1011.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 383 kali sebagai quotes jawa
Baca
+Pustaka
JEJAK HASRAT

JEJAK HASRAT

Yoga: "Paman, bibi, boleh aku tanya sesuatu?" Boni: "Tentu, Yoga. Apa yang ingin kamu tanyakan?" Yoga, dengan rasa malu, mencoba mengungkapkan perasaannya: "Apa yang sebenarnya terjadi di Jakarta? Kenapa semuanya terasa berbeda di sini?" Cindy: "Oh, Yoga, aku tahu ini adalah perubahan besar bagimu. Jakarta memang jauh berbeda dari desamu di Brebes. Ada begitu banyak hal yang bisa mengubahmu di sini."
1044.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai quotes jawa
Baca
+Pustaka
JAMU MADU (Janda Muda Mata Duitan)

JAMU MADU (Janda Muda Mata Duitan)

Kalau beneran, bisa kali gue nyumpahin diri sendiri dapat jodoh perjaka tajir, kekehku dengan pemikiran absurd yang kali aja beneran manjur. Secara julukan jamu madu yang artinya janda muda mata duitan udah tersemat di diri gue. Ya nggak apa-apa kali gue minta yang perjaka tajir. Otakku mulai lagi berandai-andai tinggi. “Ngelamunin apa kamu?” Pertanyaan Pak Jun membuatku sontak tersadar dari lamunan. “Nggak, Pak. Lagi mikir aja.”
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai quotes jawa
Baca
+Pustaka
Mabuk Janda

Mabuk Janda

ujarku “Iya Mas ibu juga, uhhh.” “Bu, sejujurnya saya kangen nakalin ibu lagi. Saya kangen jilatin liang ibu. Saya kangen hisap puting ibu. Saya kangen cupangin ibu lagi.” “Ahhh, Mas jangan ngomong kaya gitu. Nanti liang ibu makin gatel Mas, uhhhh ibu juga kangen dinakalin Mas.”
9.9209.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.3K kali sebagai quotes jawa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status