Istri 500 Juta
Ketika akhirnya pemahamannya menemukan pijakan, gelombang sesak terus terkendali meledak dari dadanya.
Ia tertawa, dan tawanya terdengar mengejek, menciptakan dentuman yang menggetarkan hati. Tawa itu bukanlah tawa sukacita atau kegembiraan, melainkan tawa pahit yang menyedihkan. Di tengah-tengah tawa yang keras itu, ada kekecewaan yang sulit untuk diabaikan.
"Kamu haru mau Kenzo, kamu harus mau. Bukannya kamu sudah berjanji!" ucap Gabriella tetep teguh pada pendiriannya. Sekuat apapun Kenzo menolak, dia akan tetap memaksa.
Hot Chapters