Rindu Tak Berujung
Clarise mencium Collin dan menjawab, “Sayang, memang kamu yang paling sayang sama aku. Kamu tahu aku nggak bisa kecapekan karena hamil. Kebetulan aku haus. Ambilkanlah kopi untukku.”
Aku membawakan kopi ke hadapan Clarise. Namun, dia malah menjatuhkan cangkirnya, seolah-olah memang sengaja. Kopi yang panas itu pun tumpah ke kulitku.
Collin segera memeluk Clarise dan menghibur dengan lembut, “Sayang, tanganmu nggak terbakar, ‘kan?”