Kurelakan Suamiku untuk si Pelakor Magang
bisik Hilman, sukses membungkam mulutku dengan sangat rapat.
Hilman mengambil sesuatu di dalam tasnya dan membukannya perlahan. Kemudian memberikannya padaku.
"Baca dan hayati!" tegas Hilman, dengan senyum yang tidak pudar sejak tadi.
Aku membenarkan posisi duduk dan membuka tumpukan kertas yang ada di dalam amplop besar. begitu aku membukanya, terlihat kertas yang di lipat dengan berbagai karakter. Meski masih tersisa isakkanku, tapi secara tidak sadar aku tersenyum. Melihat sebuah kertas, yang dilipat membentuk kodok, hati, pesawat dan lainnya. Masing-masing kertas ada nama pemiliknya.
ตอนยอดนิยม