Jeratan Sang Penguasa
"Gadis jujur tidak akan memanfaatkan penyakit seorang wanita tua untuk merangkak naik ke tempat tidur pria kaya. Di duniaku, wanita sepertimu tidak ada bedanya dengan pelacur kelas rendah. Bedanya, kau menjual dirimu dengan bungkusan kepolosan yang menjijikkan."
Kata-kata itu menghantam dada Alicia dia seperti tidak ada bedanya dengan wanita yang menjual harga dirinya demi uang. Rasanya jauh lebih menyakitkan daripada pukulan fisik. Kata 'pelacur' dan 'mengemis' yang dilemparkan oleh suaminya sendiri membuat seluruh dinding pertahanan batin Alicia runtuh seketika. Hatinya hancur berkeping-keping, meninggalkan rasa perih yang teramat dalam di ulu hatinya.