SENTUHAN YANG SALAH
Suaranya terdengar sangat datar, formal, dan penuh penghormatan, namun Anya yang sudah mulai terbiasa dengan nada suara pria itu bisa menangkap ada getaran defensif yang tertahan di balik ketenangannya.
Anya segera memalingkan wajahnya sepenuhnya ke arah jendela luar, berpura-pura sibuk memperhatikan pemandangan pepohonan dan perbukitan di sepanjang jalan tol Jagorawi yang bergerak cepat. Ia mencoba menulikan telinganya, tahu bahwa ini adalah urusan pribadi keluarga sang atasan. Namun, karena sistem audio mobil yang sangat jernih, suara bariton yang berat, parau, namun sarat akan wibawa mutlak dari seberang telepon tetap terdengar dengan sangat jelas di telinganya. Itu adalah suara Pramoedya