Rumah Tengah Hutan
Malam ini saya begitu kelaparan, dan tidak ada yang bisa saya makan kecuali membeli di warung itu.
Pas saya lewat depan mereka, terdengar beberapa suara keluar dari mulut mereka, dan saya tidak jadi menyapa terlebih dahulu “Eh, kang santri.”
Lalu, saya baru menyapa mereka, “Monggo, mas-mas!”
Tidak ada jawaban, kecuali mereka malah mengeluarkan suara yang tidak nyaman di telinga, “Ini gitar haram untuk kang santri, jangan dibunyikan dulu, nanti dia marah.” Begitu katanya.
Hot Chapters