SUJUD TERAKHIR EMAK
“Ini nyata, Mbak. Saya ingin, di usia Mbak yang sudah sangat layak disayangi ini… Mbak bisa berdoa langsung di depan Ka’bah. Minta apapun yang Mbak mau. Biar doa orang tua seperti Mbak yang bersih hatinya, naik ke langit paling tinggi.”
Mak Asih memejamkan mata. Dalam bayangannya, ia sudah bisa melihat hamparan putih Masjidil Haram, gema takbir, dan orang-orang bersujud penuh khusyuk. Ia menggenggam tiket itu erat-erat seolah takut lenyap.
“To… saya nggak tahu harus bilang apa. Saya… saya cuma orang tua yang mungkin diabaikan anak sendiri. Tapi hari ini, Allah tunjukkan… kalau masih ada yang melihat saya sebagai manusia.”