Resep Rahasia Sang Pecundang
Di bawah tatapan tegang Luna, Adrian, Mbah Karto, dan Mak Rendang,
Radit menumpahkan sedikit bubuk bumbu berwarna oranye pucat itu ke atas piring porselen putih. Secara kasatmata, bubuk itu tampak biasa saja. Baunya pun samar-samar, seperti campuran kaldu ayam instan dan sesuatu yang aneh, sedikit amis, dan metalik.
“Oke, Dit. Apa rencananya?” tanya Adrian, bersandar di meja dengan lengan terlipat, mencoba menerapkan logika ilmiah pada situasi yang jelas-jelas berada di luar nalar.
Hot Chapters