Antara Cinta dan Luka
Bau debu panggung dan sedikit aroma kabel panas menyelinap, mengingatkan pada sabotase Riko dan Andi.
Ponselnya bergetar—WA dari Rian: Nay, aku ke studio Cikini sama Reza. Ibu Sari kenal Ratna, punya demo lagu. Naya menggertakkan gigi, jantungnya seperti kaca yang retak, kilas balik Maya bohong soal USB dan sorak penonton tadi malam bercampur di kepalanya. “Rian, jaga Mama,” balasnya, jari-jarinya gemetar, mengetik dengan napas tersengal.
Tiba-tiba, proyektor di sudut ruang ganti berkedip, layar menampilkan bayang aneh—huruf acak membentuk Vita menang.