Rahim untuk Anakku
jawab gadis itu ramah.
“Terima kasih ya, Mbak Embun,” ucap Lady sembari tersenyum.
“Sama-sama, Bu.”
“Apa saja yang kita tawarkan pada kandidat sewa rahim?” tanya Kala.
“Uang. Kasih aja satu milyar. Kalo kurang, bisa kita tambah lagi. Selama masa kehamilan sampai melahirkan, semua biaya hidup dan keperluan apapun kita yang tanggung. Dia tinggal di villa kita di Bogor, tidak boleh menemui siapa pun. Kontrak berakhir setelah dia melahirkan. Selebihnya, bicarakan saja pasal demi pasal dengan tim legal.” Lady memberikan penjelasan tegas pada suaminya.