Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MEMATAHKAN SUMPAH IBU

MEMATAHKAN SUMPAH IBU

Ketukan itu akhirnya terulang lagi untuk yang ke tiga. Aku taruh piringku di meja lalu beranjak menuju jendela untuk melihat siapa yang iseng mengetuk pintu rumahku. Namun ternyata tak ada siapa-siapa. Halaman rumahku pun terlihat sepi tak ada orang atau pun hantu. Saat akan kembali ke kursiku, ekor mataku menatap sepasang sandal yang asing di rak sepatu dekat pintu. Aku mengangkat sandal itu.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai rak piring pintu 3
Baca
+Pustaka
Suami Sah di Siang Hari, Kekasih Gelap di Malam Hari

Suami Sah di Siang Hari, Kekasih Gelap di Malam Hari

Namun, bagi Rani, setiap langkah menuju pintu Aurora terasa seperti berjalan ke jurang. Ia berhenti sejenak di depan pintu bernomor 307. Dadanya naik turun cepat. Tangannya terangkat, siap mengetuk, tapi berhenti di udara. Ada suara kecil dalam dirinya yang berbisik: “Apa kau benar-benar siap mendengar jawabannya?” Ia menutup mata, menarik napas panjang, lalu mengetuk pintu dengan tegas.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai rak piring pintu 3
Baca
+Pustaka
JANGAN GANTUNG MUKENAH DI BALIK PINTU

JANGAN GANTUNG MUKENAH DI BALIK PINTU

“Itu di jendela ada yang lambaikan tangan, tangannya manggil-manggil Oma keliatan seneng!” Jendela Eyang ada empat, di sisi kiri pintu ada dua, begitu juga di sisi kanan pintu. Jendela Eyang berbentuk segi panjang, ukuran panjang lebarnya sangat pas dengan posisi satu orang berdiri. Sementara pintu rumah, lebar dua kali dari ukuran pintu biasa. Aku yang segera sadar tak ada siapa-siapa di ruang tengah, lantas memberi alasan pada Oma jika itu adalah teman Rere.
1022.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 572 kali sebagai rak piring pintu 3
Baca
+Pustaka
Mendadak Hamil Setelah Bangun dari Koma

Mendadak Hamil Setelah Bangun dari Koma

Luna tidak ingin pecahan gelas dan piring menghambat jalannya permainan. Sementara itu, ketiganya sudah mulai bergerak ke posisi masing-masing. Raka mengintip ke balik tirai, mencari sudut gelap yang strategis. Rama tampak merenung di dekat lemari buku, menghitung apakah lemari itu cukup besar untuk menutupi tubuh kecilnya. Rajen, yang terlalu antusias, hanya melompat-lompat dan sesekali tertawa keras, membuat Tama mengangkat salah satu alisnya. “Satu… dua… tiga…” Papa tiga anak itu sudah memulai menghitung. Membuat triplet bergerak mencari tempat yang tersembunyi.
1032.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 996 kali sebagai rak piring pintu 3
Baca
+Pustaka
Suamiku Sang Miliarder Memilih Cinta Pertamanya Daripada Aku

Suamiku Sang Miliarder Memilih Cinta Pertamanya Daripada Aku

'* > *'rumah itu sendiri yang akan mengujinya. --- Alexander berjalan lebih jauh. Di ujung ruangan terdapat tiga pintu kayu. Masing-masing diberi ukiran berbeda. Pintu pertama bergambar mahkota. Pintu kedua bergambar pedang. Pintu ketiga bergambar pohon tua. Di tengah ketiganya terdapat tulisan. > **Pilih satu.** > **Yang salah akan membawamu kembali ke awal.**
104.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 163 kali sebagai rak piring pintu 3
Baca
+Pustaka
Menikahi Gadis Pilihan Mama

Menikahi Gadis Pilihan Mama

Sejenak tatapan kami bertemu, sebelum akhirnya Raisa berpaling ke cermin, dan pura-pura sibuk melanjutkan pembersihan wajahnya dari riasan tebal. Seulas senyuman tersungging di wajahku saat Pingkan melangkah mendekat sambil mengulurkan tangan. Dia menyentuh lenganku lembut sembari mengusapnya beberapa kali. Lalu dia menatapku dengan sorot mata berkilat jahil. "Bang," ucap Pingkan. "Ya?" tanyaku. "Kalau Raisa menolak, kamarku nomor tiga di sebelah kiri, ya," terangnya sembari mengedip-ngedipkan mata kirinya.
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai rak piring pintu 3
Baca
+Pustaka
Lima Tahun Tanpa Nafkah

Lima Tahun Tanpa Nafkah

Ray menggeleng, dia merasa cukup dan sekarang perutnya sudah tenang. "Aku akan membereskan kamar ini. Tapi, sebelumnya boleh aku mengobati lukamu, Tuan?" Garwita melihat ke arah tangan Ray yang disembunyikan. Tapi mendengar tawaran Garwita tak mampu dia menolakya. "Kotak P3K ada di dalam laci lemari itu!" tunjuk Ray pada lemari kecil di sudut ruang. Bergegas Garwita mengambilnya lalu kembali ke tempat semula.
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai rak piring pintu 3
Baca
+Pustaka
Cermin Ketiga

Cermin Ketiga

“Gue gak akan jadi lu. Gue gak akan biarkan mereka masuk ke dunia ini.” “Tapi kamu gak punya pilihan,” bisik Risa. “Karena kamu sudah membuka portal pertama. Dan tiap malam jam 3:17… versi dirimu dari Lapisan Ketiga akan semakin kuat.” --- Reyhan mencoba mengangkat batu dari lantai, melemparnya ke arah cermin. Tapi justru bayangan cerminnya keluar dari permukaan dan menatapnya:
730 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai rak piring pintu 3
Baca
+Pustaka
Warisan Kuno: Kembalinya Sang Pewaris

Warisan Kuno: Kembalinya Sang Pewaris

Genta dan Raka menyingkir, berdiri di ambang tiga pintu yang menunggu untuk dilalui. "Aku belum pernah lihat Arka seperti ini," gumam Raka. "Dia... lebih dari manusia sekarang," tambah Genta dengan suara menegang. Tiga pintu muncul dari dinding batu di belakang Mata Ketiga. Setiap pintu memancarkan energi berbeda: satu merah darah, satu hijau lumut, dan satu emas membara. "Kau pikir bisa melewatiku dan masuk ke dalam sumur energi begitu saja?" teriak Mata Ketiga, lalu meledakkan pusaran energi dari matanya yang ketiga.
4.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai rak piring pintu 3
Baca
+Pustaka
Hotel Bekas Pembunuhan

Hotel Bekas Pembunuhan

Sedangkan suamiku membereskan tikar di ruang tamu dan ruang tengah. Aku mencuci piring di wastafel dapur. Di samping wastafel ada rak piring. Kemudian di samping rak piring ada kamar mandi. Ketika aku sedang mencuci seluruh piring dan gelas kotor, tiba-tiba piring dan gelas yang ada di rak piring berbunyi-bunyi seperti ada yang menggoyangkan raknya. "klunting klunting," awalnya masih lirih.
8.314.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 283 kali sebagai rak piring pintu 3
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status