Tukang Pijat Super
bisik Rizka, matanya awas memindai sekeliling sebelum menutup pintu kembali.
Di dapur yang rapi, Rizka membuka lemari bawah wastafel. “Lihat,” ujarnya sambil mengeluarkan tiga kemasan sabun cuci merek ternama. “Kubilang kan, stokku banyak.”
Juned menggeleng, matanya sesekali melirik ke arah tangga. “Aku harus pergi. Bagaimana jika ibumu bangun dan—”