Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan

Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan

Pram masuk dengan napas yang sedikit memburu, peluh membasahi kaosnya hingga mencetak bentuk otot dadanya yang bidang. Di tangannya, ia membawa anyaman pandan yang penuh berisi hasil bumi. Ada beberapa sayuran liar yang nampak segar, buah pepaya yang sudah kuning bersemu merah, setandan pisang hutan, dan dua butir kelapa tua yang jatuh dari pohonnya. "Banyak banget dapetnya, Sayang! Wah, ada kelapa juga ternyata di sekitar sini?" ucap Tari girang sambil membantu Pram meletakkan hasil buruannya di lantai dapur.
1061.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai rambut pendek polwan
Baca
+Pustaka
Pelayan Hati Sang Pangeran

Pelayan Hati Sang Pangeran

Cemplon, tahu susur, wajik ketan dan getuk singkong. "Kenapa Mas Dendra beli, bukannya Mas bisa lukis aku langsung?" Nawangsih menyipitkan mata sambil memilih getuk singkong yang terbungkus daun pisang. Getuk singkong itu bertabur kelapa parut. Dendra menempelkan jari telunjuk dibibirnya seraya menunjuk makanannya. "Makan dulu baru bicara!" Nawangsih mengangguk dan segera menghabiskan sarapannya yang cukup membuatnya lebih baik.
1046.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 977 kali sebagai rambut pendek polwan
Tampilkan Ulasan (31)
Baca
+Pustaka
Sukmawati Dewi
Keikhlasan mereka semua membuat akhir dari permainan semesta begitu indah. Pandu menggantikan Ayahanda, Suryawijaya dan Nawangsih bersatu dalam pernikahan. Sang Pangeran akhirnya menjadi pemilik sang pelayan hati dan menjadikannya pendamping hidup untuk selamanya. Ibunda pun menjadi janda bahagia...️
cheepychan
yang ditakdirkan untukmu pasti ada jalan untuk didapatkan begitu juga cinta mas Uya n nawang. ditimpa banyak cobaan dipisah jarak akhirnya sebentar lagi bakal bersatu. jadi bayangin Nawang orasi sambil senyum gingsulnya jadi banyak penggemar gara2 calegnya cantik,smoga aja mas Uya gak cemburu ya....
Baca Semua Ulasan
Godaan Jin Dasim

Godaan Jin Dasim

“Malas sekali abang mau pulang!” “Tetapi abang ‘kan belum makan.” “Warung Buk Nah ada pecel sama nasi jagung, kalau laper abang langsung beli di sana. Oh iya itu ada gorengan juga kopi, tetapi kopinya Cuma satu, gorengannya masih hanget itu. Mbok Nah baru ngangkat dari wajan” jelasnya. Arman mengambil satu pisang goreng dan memakannya dengan lahap.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai rambut pendek polwan
Baca
+Pustaka
Pura-Pura Rebahan

Pura-Pura Rebahan

Kutepikan bantal lusuh yang sarungnya sudah berubah warna menjadi kecoklatan karena tak pernah kucuci, biar yang lihat pada jijik sebelum menyentuhnya sebab isinya di dalamnya bisa bikin iler menetes. Aku segera ke dapur dan memanaskan makanan yang kuempetkan di lemari bawah agar terhindar dari tatapan Mbak Mona, kakak iparku yang tinggal di sebelah rumah, yang selalu meminta semua lauk-pauk dengan dalih tak sempat masak soalnya dia pedagang online yang selalu sibuk, begitu katanya. "Bedeb**, set**!!!" Pria berwajah mirip Salman Khan itu duduk di depan meja makan dengan tampang masam.
1037.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 978 kali sebagai rambut pendek polwan
Baca
+Pustaka
PULANG KAMPUNG

PULANG KAMPUNG

Aroma sup buntut menguar di penciuman. "Mas Huda, Mbok sudah siapkan sup buntut sama rawonnya. Sesuai permintaan Mas Huda," ucap Mbok Nah saat menyambutku di teras. Wanita yang berusia lebih dari setengah abad itu pun membantuku membawakan oleh-oleh dari kampung halaman. Ada wingko babat, bandeng presto dan lumpia.
10101.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.0K kali sebagai rambut pendek polwan
Baca
+Pustaka
JAMU MADU (Janda Muda Mata Duitan)

JAMU MADU (Janda Muda Mata Duitan)

Kalau beneran, bisa kali gue nyumpahin diri sendiri dapat jodoh perjaka tajir, kekehku dengan pemikiran absurd yang kali aja beneran manjur. Secara julukan jamu madu yang artinya janda muda mata duitan udah tersemat di diri gue. Ya nggak apa-apa kali gue minta yang perjaka tajir. Otakku mulai lagi berandai-andai tinggi. “Ngelamunin apa kamu?” Pertanyaan Pak Jun membuatku sontak tersadar dari lamunan. “Nggak, Pak. Lagi mikir aja.”
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai rambut pendek polwan
Baca
+Pustaka
 Ranjang Pengantin

Ranjang Pengantin

Jim mencomot roti itu dan memakannya dengan santai. Luna hanya bisa menghela nafas, tanpa menunggu, dia melepas jilbabnya dan memakai apron bermotif bunga-bunga itu. Jim tersenyum menang, sebenarnya dia tidak selapar itu. Dia hanya mengalihkan pembicaraan yang takkan menemukan kesepakatan dengan Luna. Luna begitu gesit dengan pisau di tangannya. Merajang beraneka sayur dan daging udang segar di atas talenan. Menu praktis malam ini, capcay udang. Tidak ribet dan sehat.
1023.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 719 kali sebagai rambut pendek polwan
Baca
+Pustaka
GANTENG-GANTENG PELIT

GANTENG-GANTENG PELIT

sahut Romlah berapi-api sambil melirik pada sang mantu. “Serius, Nyak?” Ali ikut terpukau dengan keroyalan Mirna. “Serius. Ngapain gue bohong!” Romlah melirik lagi Munaroh. “Nyampai tiga puluh juta itu harganya.” “Banyak amat?” seru Ali. “Pan mas asli yang dua puluh empat karat.” “Wah, ketiban durian runtuh tuh Bu Endah.” Ali berdecak kagus. “Beruntung banget punya mantu yang super royal.”
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 219 kali sebagai rambut pendek polwan
Baca
+Pustaka
PENDEKAR LEMBAH HANTU

PENDEKAR LEMBAH HANTU

Saraswati mencoba menenangkan Rangga. Gadis itu mengambil cawan berisi obat herbal lalu memberikannya pada Rangga. "Minumlah, ini ramuan jamu Pegagan, Timun dan rempah-rempah. Ramuan ini bisa.mengurangi panas di tubuhmu,"Saraswati menjelaskan. Rangga meminum ramuan herbal di cawan, lalu Saraswati menyodorkan cawan yang tadi dibawanya. "Ini madu lebah liar dari lereng Merapi. Selama kamu belum sadar, aku menyuapimu dengan madu ini,"ungkap Saraswati.
105.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai rambut pendek polwan
Baca
+Pustaka
Pendekar Wanita Kahinda

Pendekar Wanita Kahinda

Keduanya sedang berbisik ketika melihat Kahinda sambil membuat senyum senang. "Kak, Bukankah kita harus menginap malam ini?" tanya Seorang pendekar bernama Ragul Mayapena meraih Palu besarnya. Dia juga memperlihatkan tato bergambar Tiga satu Tiga di dadanya yang membentuk gambar sayap Burung.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai rambut pendek polwan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status