SWEETHEART MAFIA
Aiza menjerit perih.
Ramon langsung bangkit berdiri dan langsung menarik Aiza ke dalam peluknya. "Maafkan aku, Za. Maafin aku ... aku payah, aku tolol, kenapa aku biarkan kamu mengalami semua ini. Maafin aku ..." Ramon pun langsung berderai air mata. Dia tak berhenti menciumi puncak kepala Aiza. Dia eratkan pelukan mereka, sekuat yang dia bisa. Puas memberikan Aiza ciuman di kepala dan rambutnya, dia ciumi pula pipi dan bibir wanita itu."Aku yakin kamu nggak mungkin mengkhianati aku, aku tau kamu begitu mencintai aku. Maaf aku sempat nggak percaya sama kamu, sayang. Tapi, di mana Satria? Kenapa kamu malah hampir dijual kayak gitu?" Ramon melepas pelukannya, memegang kedua lengan Aiza dengan
Hot Chapters