Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Teman Ranjang Majikanku

Teman Ranjang Majikanku

Ia tambah laju kendaraan semakin kencang. "Arrggghhh!" teriaknya marah campur frustasi. Memukul kencang stang mobil. * * Luna Bay Suites, lantai 30 "Eumphh..." Kartika menggigit bibirnya erat. Napasnya tetersengal-sengal saat tubuh Bayu bergerak di atasnya. "Aaahhh..."
843 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai ranjang ternoda 10
Baca
+Pustaka
Bunga yang Gugur, Mekar Kembali di Musim Baru

Bunga yang Gugur, Mekar Kembali di Musim Baru

Rania memegang senapan, pandangannya terfokus tajam pada papan target yang berada tak jauh di depannya. "Bayangkan ini adalah orang yang paling kamu benci. Bidik tepat di tengah sasaran, lalu tekan pelatuknya!" "Kena!" Rania menembak sepuluh kali berturut-turut, dan kesepuluh tembakan itu semuanya tepat sasaran. "Wah, luar biasa sekali kamu, Nona! Ini hadiahmu." Pemilik stan menyerahkan sebuah boneka besar dan berbulu kepadanya. Rania memeluk boneka kelinci yang lembut itu dan suasana hatinya akhirnya terasa jauh lebih baik.
2.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai ranjang ternoda 10
Baca
+Pustaka
Pengantin Pembunuh Bayaran

Pengantin Pembunuh Bayaran

lanjut Kana lagi. Angel mulai risih. “Ya kembar sepuluh!” ketus Angel yang hampir saja membuat tawa Rania menyembur. Gadis itu itu ternyata sejak tadi ikut menyimak. “Sepuluh bagus juga,” ujar Ratna yang membuat Angel melongo. Astaga! Ada tidak sih yang normal di sini? ***
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai ranjang ternoda 10
Baca
+Pustaka
Babu Kumal VS CEO Kutub Utara

Babu Kumal VS CEO Kutub Utara

tanya Jang Nara dengan nada prihatin. “Gak … gak apa-apa saya cuma sedikit anemia karena kurang tidur, saya harus menyelesaikan desain pesanan klien saya.” Terryn menunjuk ke arah laptopnya. Jang Nara membimbing Terryn menuju tempat tidurnya. “Kalau begitu istirahat dulu yaa Non, saya akan buatkan tehnya.” “Terima kasih Jang Nara.” Ucap Terryn dengan senyum di wajahnya yang lesu.
1011.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 223 kali sebagai ranjang ternoda 10
Baca
+Pustaka
Teman Kelas Rasa Pacar?

Teman Kelas Rasa Pacar?

Nadara menghentak-hentakkan kakinya kesal, "Gak mau tau ganti! beliin sepuluh rebu!" Derren langsung menoleh pada Nadara, "Enak aja, satu tusuknya aja seribu. Rugi banyak gue." "Gak mau tau harus beliin sekarang juga!" Nadara melipat kedua tangannya di depan dada dengan tatapan angkuh menghadap ke depan. Derren terkekeh. Bagaimana bisa cewek itu terlihat sangat lucu jika sudah merajuk. "Jangan ketawa ih! beliin," Rengek Nadara.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai ranjang ternoda 10
Baca
+Pustaka
TURUN RANJANG

TURUN RANJANG

Kenneth terperangah sambil menatapnya, Valery nyengir memperlihatkan deretan giginya yang putih dan bersih dengan beberapa helai rambut bertengger di wajahnya. Valery terlihat cantik alami meskipun rambutnya berantakan. Inerbeauty-nya seolah memancar membuat Kenneth mengerjapkan matanya beberapa kali. Kenneth memalingkan wajahnya berusaha menghindar dari saling bertatapan dengan netra cantiknya. Tapi, Kenneth merasa lega. Ternyata Valery tidak menyadarinya alasannya bersikap canggung. Valery menaruh 2 guling di tengah-tengah kasur. Kemudian menepuk-nepuk bagian kasur sebelah kirinya, guling itu dijadikan pembatas.
10531 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai ranjang ternoda 10
Baca
+Pustaka
RANJANG BERDARAH

RANJANG BERDARAH

Sesekali rintihan kecil dan erangan kesakitan meluncur dari mulut mungil mereka, kala telapak-telapak kaki berkulit mulus itu melindas bebatuan tajam atau trotoar panas yang terbakar teriknya matahari menjelang siang hari ini. Si kembar Rara tiba-tiba berhenti. Napasnya terengah dan putus-putus. "Kak, aku haus," lirihnya. "Iya, kita jalan juga sudah lumayan jauh, aku yakin mereka nggak akan menemukan kita di sini," timpal Riri.
3.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai ranjang ternoda 10
Baca
+Pustaka
Tukar Ranjang

Tukar Ranjang

Hari berlalu begitu cepat. 24 jam telah terlewati begitu saja. Nadira melirik benda kecil yang melingkar di pergelangan tangannya. Jarum kecil itu menunjukan pukul sepuluh malam dan sudah saatnya ia membereskan tumpukan kertas yang sedari tadi menghiasi pemandangannya. Hari ini pekerjaan terasa begitu berat. Perut yang mulai terasa keroncongan membuatnya semakin mempercepat gerakan tangan dan kakinya.
1043.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 875 kali sebagai ranjang ternoda 10
Baca
+Pustaka
Istana Yang Ternoda

Istana Yang Ternoda

Keesokan paginya, Kania tengah sibuk mengurus Narendra yang baru saja selesai dimandikan. Bocah kecil itu tertawa riang saat tubuh mungilnya dibalut handuk hangat. Kania menyiapkan pakaian dan popoknya dengan cermat, namun tiba-tiba ponselnya berdering. Di layar tertera nama Nadira. “Halo, Dir?” ucap Kania sambil menggendong Narendra.
1017.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 534 kali sebagai ranjang ternoda 10
Baca
+Pustaka
Pesona Wanita yang Ternoda

Pesona Wanita yang Ternoda

Namanya Azkiya Hilya Nadifa. "Argh!" Teriakan itu tenggelam bersama dengan bisingnya denting yang berjatuhan di atas atap rumah dan gemuruh di langit malam. Pyar Suara pecahan kaca meja rias terdengar cukup jelas ditelinga wanita paruh baya yang sedang bersandar di balik pintu kamar putrinya. Air mata terus meluncur bebas membasahi pipi. Matanya terpejam merasakan perih di hati manakala teriakan dan makian terdengar jelas di telinga. Tangannya meremas daster yang ia pakai.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai ranjang ternoda 10
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status