PENDEKAR TAPAK DEWA
“Kampung tempat tinggalnya calon mertua Ananda Jawara ini dengan Desa Tanaru tak terlalu jauh. Kira-kira dari istana ini dengan pantai...”
“Benar itu,” ucap La Mudu, dan, “Tapi mengapa kau memanggilku dengan Ananda Jawara?”
“Sekali-sekali ikut-ikutan cara panggilnya Bumi Osu, Dewa Ngoja, Dewa Na’e, dan Bumi Ntau ra Waralah,”jawab La Turangga, yang disambut tertawa oleh yang lain. “Ah, bisa saja kau!” celetuk La Mudu, dan ia pun tertawa juga.