Rumah Tanpa Buah Hati
Kania berbisik di telinga Alice dan memeluknya.
Tangis Alice kian deras, mengabaikan banyak hal yang telah lama ditahannya. Sungguh, ternyata sesakit ini rasanya jika harus berbagi orang yang kita cintai.
Meski bibirnya ingin terus mengatakan semua baik-baik saja, namun hatinya tak mampu menerima semua itu.
"Hatiku sangat sakit, Nia. Ternyata rasanya sesakit ini." Suara parau milik Alice mulai terdengar.