Rasaku Ditelanjangi
AYURIayah aku rindukadang ku kuat setegar karangbuah hatiku penyemangatkukering sudah air mataku
Semua mengalir seperti danau yang akan kami tuju—tenang di luar, namun dalam dan tak bisa ditebak.
“Udah siap?” tanya Arga sambil membenarkan spion tengah dan kembali fokus pada setir.
Aku mengangguk, masih menyender. “Aku selalu siap… asal kamu yang bawa.”
Mobil pun kembali melaju perlahan, memasuki jalan setapak yang mulai tertutup kabut. Di ujung sana, ada danau yang menunggu. Dan kami, dua orang dewasa yang pura-pura kuat, akan duduk berdampingan di tepiannya—membicarakan hidup, cinta, dan semua yang tak bisa kami miliki sepenuhnya.