Bara Dendam Sang Prabu Boko
"Aku, Rakai Laturana, yang telah mengabdi tanpa cela, harus menyaksikan ini? Lihatlah si pengukir itu, Megarana! Seorang pria tanpa asal-usul yang jelas, dia merebut segalanya dariku: kesempatan mulia untuk menjalin ikatan darah dengan raja, martabat di mata Prabu, bahkan kehormatanku yang terpendam di negeri ini!"
Megarana menghela napas panjang, menepuk bahu sahabatnya dengan gestur menenangkan. "Apa gunanya menyesali takdir yang telah terwujud di hadapan kita, Laturana? Apakah kau ingin mengingkari apa yang kau saksikan sendiri kemarin? Seribu candi yang terbangun dalam semalam olehnya? Itu adalah kesaktian yang melampaui kemampuan manusia biasa, bahkan melampaui keajaiban yang diceritaka
Hot Chapters