Ternoda sebelum Malam Pertama
Terakhir kami mengunjungi sebuah kafe untuk mengisi perut kami yang sudah lapar.
Mencicipi kuliner musim dingin di sini. Dua porsi makanan disajikan.
"Em baunya enak. Sepertinya terbuat dari kentang tumbuk, ya?"
"Shohih!" Gus berseru membenarkan. 'Lebih tepatnya kentang tumbuk, kol, wortel, bawang bombay, dan sosis asap."
Aku menyimaknya bicara dengan decak kagum. Ah, entahlah aku menyukai semua yang ada pada diri Gus. Juga berusaha ikhlas pada masa lalunya.