Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
DINAR

DINAR

seru raccel tersenyum, membuat dinar menjadi lega karena raccel baik-baik saja "apa kamu sudah sedikit enakan? aku akan menggendongmu kembali ke tempat tidur" ucap dinar karena tidak ingin raccel berlama-lama berendam takutnya masuk angin karena dia belum terbiasa "ya, tentu aku sudah baik-baik saja" jawabnya, dinar langsung menggendongnya kembali, dan meletakkannya diatas tempat tidur dan mulai membantu mengeringkan ekornya
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai red dawn
Baca
+Pustaka
Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Ia tiba-tiba melebarkan matanya dan menatap intens pada bendera yang dipegang tinggi di paling depan kavaleri yang aneh itu. Latar belakang merah tua dengan matahari emas perlahan terbit, seperti kobaran api yang berkedip-kedip. Itu bendera Wilayah Red Tide! Sebuah nama melintas di benaknya, seseorang yang seharusnya masih jauh di Kabupaten Xuefeng membereskan situasi dan sama sekali tidak mungkin berada di sini: Draven Rendell. "Apa yang ia lakukan di sini?"
9.67.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 194 kali sebagai red dawn
Baca
+Pustaka
Dendam Kuntilanak Merah

Dendam Kuntilanak Merah

Dia terpekik lantaran liontin yang kini berubah warna menjadi merah terasa panas menyentuh kulitnya. Geraman makhluk merah semakin terdengar mengangkasa. Gadis kembali teringat tugas yang harus diembannya. Sekencang mungkin dia berlari, menerjang rintik-rintik air hujan yang tak kunjung berhenti, berlari dan semakin menjauhi kebun Teh Reni. Di tempatnya berdiri, Pakdo Ramli kini berhadapan dengan makhluk merah. Mereka saling serang, melontarkan kekuatan energi bertubi-tubi.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai red dawn
Baca
+Pustaka
Jade : The Mighty Amethys

Jade : The Mighty Amethys

Tak lagi dapat menahan air mata yang membendung di pelupuk matanya. Rachel tengah berdiri dengan meratap saat tiba-tiba Zurine melesatkan sebuah anak panah ke arahnya. Rachel membelalak ketika anak panah itu melewati telinganya. Seketika gadis itu mendengar sesuatu ambruk di belakangnya dan berbalik. Seorang pria dengan pakaian serba hitam dan dipadu dengan warna merah. Ada sebuah pedang di tangan kanan orang itu dan tongkat di tangan kirinya. “Pasukan Redrock.”
1011.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 330 kali sebagai red dawn
Baca
+Pustaka
Red Room

Red Room

Jawaban Orland mendapatkan dengusan dari Scott dan Drew. "Maaf saja, kami masih ingin bebas. Wanita hanya masalah bagi kami. Terutama sifatnya yang rewel dan manja." Drew bergidik membayangkan harus hidup bersama wanita seperti itu seumur hidupnya. "Sudah kubilang temukan gadis yang tepat. Gadis yang justru membuatmu merasa lengkap. Kau bisa tersenyum hanya karena dia tersenyum. " Scott menenggak minumannya sebelum menyanggah. "Ya, silakan kalian rasakan sendiri. Bukankah cinta membuat pria- pria bodoh. Aku tidak mau menjadi bagian pria bodoh."
9.818.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 635 kali sebagai red dawn
Baca
+Pustaka
Dream On

Dream On

Memikirkan hidup dalam jeruji besi membuat tubuhnya gemetar seperti orang kerasukan setan. Arwah Edo melayang di atas tubuhnya yang ditangisi oleh Marleni, saat itulah dia sadar bahwa bibinya sangat sayang padanya. Dia lalu menatap ke atas, ada sebuah cahaya terang yang menariknya ke atas. Rohnya terus melayang semakin tinggi menembus atap rumah sakit dan melewati awan. Edo memejamkan matanya, saat membuka matanya dia sudah berada di sebuah tempat yang sangat damai, langitnya berwarna biru gelap seperti fajar dan ada sebuah pohon yang sangat besar di batas cakrawala.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai red dawn
Baca
+Pustaka
DENDAM

DENDAM

"Duka nestapa, takdir memang tak seindah mimpi, duka untuk Alena, tawa untuk Raka dan kehancuran untuk Amira." "Alia, apa yang kamu maksud." "Benarkan! Duka Alena, ia mati. Tawa Raka, kamu bersenang-senang bertukar peluh dengan Amira, di saat Alena meregang nyawa. Dan kini, Amira menerima kehancurannya, mendekam di balik jeruji besi." "Aku yang salah." "Benar, dan sudah seharusnya, kamu membayar segalanya."
1024.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 738 kali sebagai red dawn
Baca
+Pustaka
Bulan di Darah Awan

Bulan di Darah Awan

Zihan: Kenapa Kak? Daniel: Itu pelit nilai, killer lagi. Zihan: Katanya ketuanya killer, cewe tadi pelit, sekarang asisten ini killer. Kok isinya jahat semua itu lab? Daniel: Ku kira dapat Faux_Wave ☹ Chen: We are doing this the usual, right? Daniel: Yeah. Though don’t hope much. The assistant is shitty. Chen: Seriously? Who is it this time? Daniel: Shadox.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai red dawn
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status