Mengejar Cinta Nona WO
jedanya, "suka sama lo.”
Aku diam. Tak bisa langsung menjawab. Akan tetapi, di dalam hati, ada sesuatu yang bergerak pelan. Sesuatu yang belum bisa kupahami.
“Udahlah, jangan overthinking! Istirahat. Besok kita check out pagi, kan?” kata Rumi menutup panggilan.
Aku mengangguk, meskipun layar sudah gelap. Besok adalah hari baru. Tapi, satu hal yang pasti, hidupku nggak akan sama lagi setelah pertemuan gila dengan Gasan Ishaaq.
Bab Populer