Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Crazy Woman

Crazy Woman

Ia sepersekian detik lupa bahwa putrinya mengalami halusinasi. “Cara seseorang mengingat memorinya berbeda-beda. Ada yang teringat melalui mimpi, hadir di hadapannya seperti menyaksikan kejadian saat itu, ada juga yang dirinya kembali pada masa itu dan seolah mengalami kembali peristiwa yang terjadi.” “Untuk kasus Ria, dia menyaksikan kilasan memori yang selama ini coba dikuburnya. Dia hanya akan menyampaikan hal yang terlihat di pandangannya saat itu tanpa berusa mengingat juga memori saat itu.”
106.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai reminisce artinya
Baca
+Pustaka
Memori Yang Menghukum

Memori Yang Menghukum

Nisa Fitritrauma lirik
katanya, menginjak pedal gas sekuat tenaga, membawa mereka menembus hujan. Sandra membuka matanya perlahan, memandang langit-langit rumah sakit yang putih. Serpihan memori mulai bermunculan, menyeretnya kembali ke masa lalu yang buram. Ia mencoba melawan rasa takut yang muncul bersama bayangan itu, tapi kenangan itu menyerang begitu kuat hingga ia merasa seperti terjebak dalam waktu.
736 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai reminisce artinya
Baca
+Pustaka
Di Balik Romantisnya Suamiku

Di Balik Romantisnya Suamiku

end of pov -**- Naffa pun memicingkan kedua mata dan mulai menelisik, "Kamu masih belain ART engga tahu diri itu?? kamu engga ingat, gara-gara dia, rumah tangga kita jadi engga harmonis??" "Ya, engga gitu maksudnya, Naf. Aku cuman tanya, engga ada niatan lain." Reza yang merasa terpojok menanggapi tanpa beradu pandang dengan lawan bicaranya.
109.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 214 kali sebagai reminisce artinya
Baca
+Pustaka
FROM THE WEDDING HALL

FROM THE WEDDING HALL

Dan mengapa Remy merasa seperti familiar dengan senyum itu? Pria itu kemudian melangkah masuk ke kamarnya. Setelah pintu tertutup, Remy menyandarkan tubuhnya di balik daun pintu. Memejamkan matanya seolah menelisik, mencari kenangannya yang tertimbun di kepalanya. Kenangan akan sebuah senyum yang pernah dilihatnya di masa lampau, senyum seperti senyum Nesia beberapa saat yang lalu.
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai reminisce artinya
Baca
+Pustaka
Dari Budak Menjadi Bencana

Dari Budak Menjadi Bencana

Apakah kita, dalam upaya kita untuk melestarikan kenangan, tanpa sengaja membuka pintu untuk sesuatu yang baru? Kami memutuskan untuk tidak menutup Aula Memori—terlalu banyak yang telah bergantung padanya untuk penyembuhan dan pembelajaran. Sebagai gantinya, kami meningkatkan pengawasan dan menyisihkan kenangan yang "terkontaminasi" untuk diteliti lebih lanjut. Malam itu, saat aku sendiri di Aula Memori, memandang kristal pusat, salah satu "kenangan yang terkontaminasi" itu secara tidak sengaja terpicu.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai reminisce artinya
Baca
+Pustaka
Pembalasan Dendam Sang Putri Angkat

Pembalasan Dendam Sang Putri Angkat

Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan tatapan kosong, tenggelam dalam lamunannya sendiri. ​Sambil jemarinya yang belepotan tanah liat bergerak lambat membentuk guci, pikiran Hasa terus melayang kembali ke Italia. Ia teringat momen di Galleria Borghese, saat pertanyaan Rebecca terus berputar-putar seperti kaset rusak di kepalanya. ​"Apa yang mengganggumu? Hem, sejak pulang dari Italia kau terlihat murung?"
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai reminisce artinya
Baca
+Pustaka
MAAF, DOK, KITA SALING KENAL?

MAAF, DOK, KITA SALING KENAL?

“Gangguan gimana, dok? Aku inget semuanya kok. Keluarga, kerjaan, bahkan kejadian waktu kecelakaan.” Dokter tersenyum kecil. "Memori jangka panjangmu secara umum baik. Kamu bisa mengingat identitas, pendidikan, kebiasaan, bahkan detail kecil. Tapi ada satu jenis memori yang mengalami gangguan. Kamu mengalami Amnesia Parsial Retrograde.” Eyang Kakung mengerutkan kening. “Maksudnya gimana?" “Amnesia Retrograde berarti Viola kehilangan sebagian ingatan tentang kejadian di masa lalu, terutama yang terjadi sebelum kecelakaan. Disebut Parsial karena tidak semua ingatan hilang, hanya sebagian.”
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai reminisce artinya
Baca
+Pustaka
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

gumam Arjuna Wisangjati, ia berusaha terdengar dan terlihat rasional. “Mungkin fenomena elektromagnetik... atau refleksi cahaya.” Namun di dalam dirinya, ada sesuatu yang bergetar. Seakan nama yang ia dengar dari bisikan itu... mengenalnya lebih dulu. Nama itu terdengar seperti gema yang menyingkap memori. Arjuna memejamkan mata, seraya menekan sendi telunjuk yang berdarah, serta mencoba menghitung kemungkinan ilmiah. Pengotor, luminesensi organik, reaksi oksidasi. Nalarnya sibuk berusaha memahami dan memberi nama. Namun ada sesuatu dalam nada bisikan yang membuat jantungnya rapuh, seperti mengetahui sebuah alamat lama yang lupa ditempati.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai reminisce artinya
Baca
+Pustaka
Perjalanan Pendekar Tangan Satu

Perjalanan Pendekar Tangan Satu

Sang Kultivator tampak sangat bersemangat kedatangan tamu dari luar alam tempatnya berada sehingga sangat ramah terhadap Tiga Sekawan ini. “Apa beda Reinkarnasi dan Inkarnasi, Kisanak?” tanya Rawindra. “Reinkarnasi itu saat meninggal, Immortal akan terlahir kembali dari bayi di alam atau negeri yang sama maupun yang berbeda. Ingatan dari Immortal akan hilang, dan baru bisa terbuka kembali setelah segel ingatannya dibuka atau saat sudah bisa berkultivasi. Tidak tertutup kemungkinan Immortal akan terlahir di alam fana, sehingga akan menyulitkan dirinya untuk mengetahui masa lalunya.”
1028.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 624 kali sebagai reminisce artinya
Baca
+Pustaka
Kontrak Cinta Sang Muhallil

Kontrak Cinta Sang Muhallil

Tujuannya datang ke tempat itu memang untuk mengingatkan hari hari di mana dulu mereka pernah saling memadu kasih, di saat remaja sampai di dewasa tersemat pada mereka. "Tidak meragukan? Ya, tentu tidak meragukan, jika Mas, juga tidak membuat hal-hal atau sesuatu yang menimbulkan keraguan," ucap Arini diplomatis. "Kamu itu, masih kayak kita kuliah dulu. Cerdas bermain kata." Ilham tertawa kecil. "Kalau lagi mood. Kalau lagi sebel otaknya ikutan, mampet." "Tinggal asah, alirkan, jangan sampai mampet." Ilham tertawa mendengar jawaban Arini.
106.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 150 kali sebagai reminisce artinya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status