RADIO REKSA
Backsound yang tadinya menghentak kini berubah ke warna musik instrumen saxophone miliknya Dave Koz, saat Reksa mulai membacakan puisi milik Jingga.
“Dimana Kamu… dari Jingga. Saat kuhirup kopi kesukaan kita, sudah tak kutemukan arti manismu disampingku. Hanya tersisa pahit, sepahit kopi yang menyapa lidahku yang bisu. Saat kunyanyikan kembali lagu kita, suaraku hanya bergema dalam angan yang hampa. Tersiar namun tak terkabar. Berpencar dan perlahan pudar. Ketika bayanganmu hadir, rasanya kuingin menepis semuanya. Namun semua lakuku itu semakin membuatku tak berdaya tuk dapat melupakanmu. Dan ketika mataku terpejam, sejenak kenangan lakon kita hadir dalam slide-silde di benakku yang menampil
Bab Populer