Pesona Sang Peri
Ia bertekad tak akan melupakan sentuhan peri itu.
Fjola beringsut pelan supaya tidak membangunkan Arnor. Ia mengamati wajah peri itu yang elok. Alisnya yang tebal dan rapi, hidungnya yang mancung, bibirnya yang bersemu merah, rahangnya yang kokoh, lehernya yang panjang, rambuntnya yang sewarna kayu dipernis, bahunya yang bidang, dan jemarimya yang ramping. Fjola mematri sosok Arnor dalam benaknya. Tangan Fjola naik ke bibir sang peri yang sedikit terbuka. Ia menyentuhnya sekilas, mengagumi lekuk-lekuknya yang indah. Ia lalu mengecupnya singkat dan mengukir rasanya yang lembut. Ia tak akan pernah melupakan Arnor, seumur hidup. Peri itu adalah hal terbaik yang pernah dia dapatkan selama ini. I
Bab Populer