Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PELITA DI TENGAH GELAP

PELITA DI TENGAH GELAP

Dina menghampiri, membaca caption yang ditulis sang konten kreator, “Warung kecil rasa besar, di sini aku belajar bahwa ketulusan bisa lebih lezat dari bumbu apa pun.” Komentar bermunculan, “Tempatnya sederhana tapi hangat banget vibesnya!” “Pengen coba gorengan mereka kalau ke Sumatera Barat!” “Pasangan ini inspiratif banget kelihatan kerja dari hati.” Dina menutup mulutnya terkejut “Ya Allah, Yon orang sebanyak ini lihat kita?”
724 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai resensi novel laskar pelangi
Baca
+Pustaka
Kembalinya Sang Pewaris Yang Terbuang

Kembalinya Sang Pewaris Yang Terbuang

Athena tersenyum menyambut kedatangan lelaki itu untuk pertama kalinya. “Tidak, aku sangat pintar dalam menemukan sebuah bangunan, Athena.” Ansel tertawa, membuat senyum di bibir Athena pun melengkung. “Tempat ini sangat ramai, sejujurnya aku tidak pernah meninggalkan Malvarrosa di 28 tahun hidupku,” terang Ansel. “Wah, begitu rupanya. Kau sangat mencintai laut rupanya, Ansel.”
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai resensi novel laskar pelangi
Baca
+Pustaka
Kembalinya Sang Pewaris

Kembalinya Sang Pewaris

"Gaun ini sangat cocok dengan kulit Anda" Sang asisten pribadi memberi komentar saat melihat Lizzy mengenakan gaun linen bermotif bunga-bunga berwarna cerah yang terlihat sangat pas dengan warna kulitnya yang putih mulus tanpa cela. Lidahnya tidak berhenti berdecak kagum karena gaun-gaun yang dia bawa melekat sempurna di tubuh Lizzy. Gaun-gaun itu seolah tercipta untuk tubuh Lizzy yang tinggi semampai dan lansing berlekuk.
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai resensi novel laskar pelangi
Baca
+Pustaka
Jebakan Cinta Sang Pewaris

Jebakan Cinta Sang Pewaris

Rasanya ringan, dengan sentuhan buah persik yang segar di lidahnya. Valerie memejamkan mata sejenak, menikmati rasa itu, sebelum akhirnya membuka matanya dan menatap langit malam yang dipenuhi bintang. “Ini malam yang indah,” katanya lirih. “Memang,” jawab Aldrich, namun matanya tidak melihat bintang. Ia hanya memandang Valerie, seolah wanita itu adalah satu-satunya pemandangan yang ingin ia nikmati malam ini.
106.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai resensi novel laskar pelangi
Baca
+Pustaka
MERAYU CEO JAGOAN

MERAYU CEO JAGOAN

Hanya cukup dengan diam sambil duduk di kursinya. Sesekali Sariska Lianor memejamkan matanya, tapi dia tidak sampai tertidur pulas. Selebihnya, Sariska Lianor sibuk dengan ponselnya sendiri. Mulai dari menonton video, membaca novel terbaik hasil karya penulis terkenal bernama pena “Hamfa Merman”, dan selebihnya menonton video di media sosial dengan akun “Hamfa Merman” yang selalu menyajikan cerita gratis dan informasi terbaru terkait novel dan komik.
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai resensi novel laskar pelangi
Baca
+Pustaka
Pesona Sang Peri

Pesona Sang Peri

Ia bertekad tak akan melupakan sentuhan peri itu. Fjola beringsut pelan supaya tidak membangunkan Arnor. Ia mengamati wajah peri itu yang elok. Alisnya yang tebal dan rapi, hidungnya yang mancung, bibirnya yang bersemu merah, rahangnya yang kokoh, lehernya yang panjang, rambuntnya yang sewarna kayu dipernis, bahunya yang bidang, dan jemarimya yang ramping. Fjola mematri sosok Arnor dalam benaknya. Tangan Fjola naik ke bibir sang peri yang sedikit terbuka. Ia menyentuhnya sekilas, mengagumi lekuk-lekuknya yang indah. Ia lalu mengecupnya singkat dan mengukir rasanya yang lembut. Ia tak akan pernah melupakan Arnor, seumur hidup. Peri itu adalah hal terbaik yang pernah dia dapatkan selama ini. I
109.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 344 kali sebagai resensi novel laskar pelangi
Baca
+Pustaka
Jangan Seperti Pelangi

Jangan Seperti Pelangi

Ibu berteriak dari luar. "Gak, buu. Vio baik-baik ajaa." Dia segera mandi dan berkemas. Dia punya rencana baru dan dia harus melaksanakannya. ------------------------ Kini, Violet berdiri di depan penerbitan besar. Penerbitan yang sangat sulit di tembus, berbagai karya tulis yang masuk tidak langsung di setujui. Tapi dipilah, diberikan pendamping atau editor, lalu dibimbing sampai tulisannya benar-benar layak dijual. Violet sangat bersyukur, karena tiga novelnya sudah layak terbit disini. Dia melangkah ke Resepsionis, berbicara sebentar dan menunggu di ruang tunggu besar yang ada rak buku, sofa empuk dan mesin minuman.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai resensi novel laskar pelangi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status