RETAK
"M--maaf, Ummi. Tadi kami sedang berdiskusi mengenai buku biografi yang akan diterbitkan. Karena di luar banyak tamu, jadi Vita memilih di kamar karena laptopnya ada di kamar sambil di cas."
Santia hanya mengangguk mengerti meski jawaban yang diberikan Vitaloka masih belum membuat dirinya puas.
"Saya permisi, Bu." Rajaswala pamit setelah kembali mencium tangan Santia.
Sepeninggalan Rajaswala. Santia menangkup wajah anak perempuannya, merasa kasihan pada Vitaloka.
"Maafkan, Ummi," ucap Santia.
"Kenapa Ummi minta maaf? Ummi enggak punya salah apa-apa." Vitaloka mengulas senyum kecil. Senyum yang menyembunyikan betapa terlukanya dia ditinggal nikah oleh Sebastian.
Hot Chapters