ANAKKU MENJADI SAKSI MATA PERSELINGKUHAN SUAMIKU
Aku tak berharap lebih banyak lagi.
“Ya sudah nggak papa, belum rejeki! Kita bisa ulang lagi kok, Sayang. Semangat!” seru Hendra berusaha membuatku tenang. Aku pun hanya mengangguk sembari tersenyum.
“Eh, tunggu ... ini ada lagi garisnya, Nduk. Tapi samar ... lah, ini mah dua garis, Nduk. Iya, ada dua ini. Masya Allah, Alhamdulillah!” ujar Bu Wak yang masih saja kucerna, otakku perlu beberapa detik untuk menangkap sinyal keterkejutan yang diekspresikan oleh Bu Wak.
Capítulos em Alta