KINASIH
Namun, Hendra sama sekali tak menggubris dan tetap keluar dengan sebatang rokok terselip di bibirnya.
Di dalam, Rani diberi minuman. Hanya teh manis dan dirinya diajak berbincang oleh si tuan rumah. Namun baru saja menyesap minumannya, Rani merasakan kram di perut yang semakin menjadi. Di titik itu, dia paham apa yang akan terjadi dan dia pasrah karena tenaganya seakan hilang, lebur terbawa angin sore itu.
Hot Chapters