Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PEMBANTU YANG DIPAKSA MENIKAHIKU ITU TERNYATA....

PEMBANTU YANG DIPAKSA MENIKAHIKU ITU TERNYATA....

“Maaf, Rindu. Aku ganggu tidurmu, tapi azan subuh sudah lewat. Aku mau ke masjid, kalau kamu mau dan tidak sedang halangan, aku mau ajak kamu ke masjid. Pagi-pagi udara masih segar dan bisa melihat pemandangan yang asri sambil jalan-jalan nanti setelah salat.” “Iya! Aku mau. Tunggu!” Yang dibayangkan Rindu adalah menikmati segarnya pemandangan yang masih asri, pemandangan yang selama ini jarang dilihat olehnya ketika masih hidup bersama Raden. “Cantiknya, mudah-mudahan istikamah,” gumam Uka ketika melihat penampilan Rindu yang mengenakan mukena. “Hem? Ngomong apa? Maaf, aku tidak dengar.”
2.5K viewsCompletedAdded to Library 61 Times as rindu bayangan
Read
+Library
TAKHTA BAYANGAN

TAKHTA BAYANGAN

Di tengah ruangan, ada sebuah altar batu sederhana dengan sebuah cahaya kecil berpendar di atasnya. “Ini dia,” bisik Dante, matanya terpaku pada cahaya itu. Ayra mengerutkan kening. “Apa itu?” Dante mendekati altar, tubuhnya tegang. “Menurut cerita, ini disebut ‘Inti Bayangan.’ Cahaya ini bisa memberi jawaban atas pertanyaan terdalam kita.” Ayra melangkah mendekat, tetapi ia ragu. “Dan jika kau menyentuhnya?”
101.8K viewsCompletedAdded to Library 70 Times as rindu bayangan
Read
+Library
Disia-siakan Suami Toxic, Diratukan Dosen Bucin

Disia-siakan Suami Toxic, Diratukan Dosen Bucin

Sinar jingga yang menyapa kulit ini dengan lembut, membuatku merasa nyaman berlama-lama berada di sana. Rindu di Ujung Senja Kala sinar senja menyapa wajah, hati ini menjadi pilu. Rindu kian menyelinap masuk, untukmu yang kumau. Bayang wajahmu, kian menghantui anganku yang tengah berbahagia karena mengenalmu. Kucoba meramu penawar, agar tak terlarut dalam bayangan semu. Senja, Maukah kau menemaniku menikmati rindu ini?
102.0K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as rindu bayangan
Read
+Library
Legenda Dewa Nusantara: Perang Dua Benua

Legenda Dewa Nusantara: Perang Dua Benua

“Kau mungkin sudah memahami angin dari sudut pandang kekuatan Raksayudha, tetapi itu hanya satu bagian dari pelajaran. Angin tidak hanya berbicara melalui kekuatan yang kau lihat, tapi juga melalui bayangan, melalui hal-hal yang tersembunyi.” Nyai Srikandi mengangkat tangannya, dan tiba-tiba bayangan dari pepohonan di sekitar mereka tampak bergerak, seolah-olah merespons perintahnya. Angin yang tadinya berhembus lembut berubah menjadi bisikan yang nyaris tak terdengar, membaur dengan bayang-bayang di sekitarnya. “Bayangan dan angin selalu ada bersama-sama, Gema. Di manapun angin bergerak, bayangan selalu mengikutinya, melindunginya, dan kadang menjadi pelindung terhebat dari serangan yang ti
103.9K viewsOngoingAdded to Library 151 Times as rindu bayangan
Read
+Library
Bayangan di Balik Cermin

Bayangan di Balik Cermin

Dia tahu bahwa perjalanan ini akan membawa banyak bahaya, tetapi dia juga tahu bahwa dia tidak bisa berhenti sekarang. Dengan tekad yang kuat, Alex bersiap untuk menghadapi bayangan masa lalu dan mengungkap kebenaran yang lebih dalam. Di dunia yang penuh dengan kegelapan, dia adalah cahaya yang selalu siap menyinari kebenaran, apa pun yang terjadi. ***
1.1K viewsOngoingAdded to Library 26 Times as rindu bayangan
Read
+Library
Kenangan Rindu

Kenangan Rindu

Namun, tiba-tiba fokusnya menjadi terganggu manakala ia melihat ayunan yang berada di samping kolam itu tiba-tiba bergerak dengan sendirinya seolah-olah ada yang sedang duduk menaiki ayunan tersebut. Bagas memfokuskan penglihatannya ke arah ayunan tersebut, dan tiba-tiba saja kini di dalam ayunan telah duduk seorang wanita berambut panjang yang sedang menundukkan kepalanya, dengan gaunnya yang putih kotor seperti terkena tanah, Bagas yakin bahwa wanita itu adalah jelmaan makhluk halus yang mendiami tempat ini. Jam segini udah muncul aja itu hantu
104.1K viewsOngoingAdded to Library 95 Times as rindu bayangan
Read
+Library
Sekuntum Rindu

Sekuntum Rindu

Di suatu sore, di sebuah kawasan perumahan mewah di Bukit Kendal Asri suasana nampak tenang dan nyaman. Dari balkon rumah Pak Abdi pemandangan sungguh nampak elok, dimana Gunung Ungaran, Gunung Merapi, Gunung Merbabu dan Gunung Andong terpapar dengan jelas. Nando yang sedang menghadap kopi panas dan kue coklat kesukaannya tengah berbincang dengan Ibu dan Ayahnya. Di sekitar tempatnya duduk terdapat susunan pot yang berisi bunga matahari. Nando tersenyum, 'biarpun aku tak disini selama empat tahun namun bunga ini tetap mekar. Ah! bunga kenangan yang mempesona. Nayla, bunga ini ibarat dirimu, walaupun tidak dalam jangkauan mata namun tetap ada dalam ingatan'. Kopi yang terletak dihadapan pun i
102.4K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as rindu bayangan
Read
+Library
ISTRI BAYANGAN

ISTRI BAYANGAN

Nama yang dicarinya segera muncul di layar ponsel. "Halo, Sayang..." suara Hafiz merendah, penuh damba. "Hafiz! Ya ampun sayang, aku rindu sekali. Kamu ke mana saja? Kamu tidak membalas pesanku selama beberapa hari ini," sahutku di seberang sana. Suaraku terdengar parau, sarat akan kerinduan yang menyiksa. "Sshhh... tenanglah, Sayang. Maafkan aku. Keadaan sedang agak sulit belakangan ini. Tapi dengarlah, nanti malam aku akan ke sana. Aku akan menemuimu," janji Hafiz.
466 viewsOngoingAdded to Library 14 Times as rindu bayangan
Read
+Library
Cinta Yang Tak Pernah Dipilih

Cinta Yang Tak Pernah Dipilih

“Kalau kita gagal… bayangan itu tidak akan pernah berhenti mengikuti kita. Tapi kalau kita berhasil… kita bisa menyingkap rahasia terakhir dari api lama.” Bayangan di dinding mulai bergerak lebih cepat. Aroma hangus memenuhi udara, panasnya terasa nyata meski kobaran api mereka masih kecil. Wujud bayangan berganti-ganti: sekilas wajah Inayah, siluet misterius dari dusun lama, dan bentuk gelap yang tak dikenal. “Lan… lihat itu!” Airin menunjuk bayangan yang kini tampak memutar di sekitar mereka, seakan mengelilingi.
2.0K viewsCompletedAdded to Library 56 Times as rindu bayangan
Read
+Library
Bayang-Bayang Yang Terlambat

Bayang-Bayang Yang Terlambat

Pada saat yang sama, di Kota R, Negara F. Di vila tepi pantai, Tasya sedang berdiri di taman, menikmati semilir angin laut. Kakaknya, Tania membawakan secangkir kopi yang baru diseduh, “Ini rasa kesukaanmu. Aku juga sengaja tambahkan dua gula batu.” “Terima kasih, kak,” ujar Tasya sambil menerima cangkirnya dan menyesap sedikit, tak bisa menahan senyuman bahagia.
9.460.8K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as rindu bayangan
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status