Renjana
Sontak kami bertiga lari dari barak, sampe si Ida larinya jatuh bangun, kami kumpul di lapangan dengan terengah-engah yang menarik perhatian beberapa orang yang baris didekat kami.
“Ada apa?” tanya Nina yang kebetulan berdiri disampingku.
“Ada hantu dibarak! Semua barang jatuh,” jawabku sambil mengatur nafas.
Eh Nina malah tertawa, tapi emang ajaib tuh setan, setelah kami balik semua barang rapi, layaknya tidak terjadi apa-apa, padahal sebelumnya seperti kapal pecah, sejak kejadian itu aku dan Ida tidak pernah meragukan Irine, si anak Indigo.
Bab Populer