Di Ujung Senja
Najinrumah sakit sayang ibusuami bodoh kesayangan dokter cantiksakit hatikukarena kita dia menderita
"Kamu akhirnya bangun juga, gimana badanmu, ada yang sakit nggak?"
Aku memalingkan wajah dan berkata dengan dingin, "Kamu tanda tangani saja surat cerainya, aku muak lihat wajahmu."
Andi seolah tidak memedulikan kata-kataku yang dingin itu.
Dia menggenggam tanganku lalu mengeluarkan sebuah cincin dari saku dan memasukkannya paksa ke jari manisku sambil berkata lembut, "Bodoh, kalau kamu butuh uang kenapa nggak minta sama aku? Besok-besok jangan jual barang sepenting ini lagi, ya?"
人気のチャプター