Di Ujung Senja
Dan itu artinya pagi hari setelah prosesi sakral itu dilakukan, ia sudah harus pergi dari sini, dari hidup sosok Adnan Sanjaya.
Redita menyusut air matanya, bagaimana pun janji adalah janji bukan? Ia melirik cincin yang melingkar di jarinya itu, nampaknya keberadaan cincin itu tidak lama lagi, sebentar lagi ia harus melepaskan cincin itu dan meninggalkannya bersama laki-laki yang memberikan cincin itu kepadanya. Kenapa rasanya begitu sakit? Mau sampai kapan ia akan seperti ini? Menangis dan menangis, terluka dan tersiksa, sampai kapan?