IZINKAN AKU MENDUA
Seorang wanita yang sepertinya tengah hamil sedang memegang sehelai kain yang menempel di kakiku.
“Si-siapa k-kamu.” Lemah sekali suaraku dan juga berat. “A-aku haus.”
“Sebentar, ya, Bu. Sherin ambilkan minum,” Wanita itu meletakkan kain kecil yang tadi dipegangnya, rupanya ia sedang menyeka tubuhku.
Tunggu! Siapa namanya tadi? Sherin? Siapa dia?
“Ini minumnya, Bu.” Segelas air putih yang terlihat segar disodorkannya padaku lengkap dengan sedotannya. Lalu seseorangang muncul di depan pintu kamarku.