Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Warisan Hitam

Warisan Hitam

Asapnya tidak setebal tadi malam namun masih cukup membuat kamar seperti tertutup kabut yang hampir merata disetiap sisi ruangan itu. Di meja itu penuh dengan berbagai sesajen perlengkapan ritual seperti biasanya. Adapula berbagai jenis Nammanprai lain milik Hans yang ditaruh disana. Namun Nammanprai-nammanprai itu kelasnya menengah tidak seangker Nammapnrai Nang Dam, hanya sebagai pembantu dan pertahanan ghaib lapis kedua dan ketiga untuk Nang Dam. Minyak-minyak itu juga perlu dirituali secara rutin dengan hanya membaca mantra-mantra tertentu di tiap minggunya. Hans menghela napasnya, memejamkan mata sambil menunggu fajar tiba.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai ritual dukun
Baca
+Pustaka
KAMPUNG HALIMUN

KAMPUNG HALIMUN

Biasanya ada dua ritual yang harus dilakukan, yaitu ritual pemanggilan yang mengharuskan para manusia memotong sesajen berupa ayam cemani dan ikan mas, dan yang kedua adalah ritual penarikan yang kini sedang dilakukan oleh Pak Emen. Pak Emen terlihat dengan serius duduk tepat di depanku, kedua tangannya terlihat dirapatkan dan disimpan ke atas kepala seperti sedang menyembah sesuatu. Sebuah dupa panjang yang menyala terlihat menyelip di antara kedua tangan itu sehingga kepalanya terlihat berasap. Dia bergumam begitu lama, dia seperti sedang mengumpulkan kekuatannya karena menarik jiwa manusia tidaklah mudah.
9.631.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 907 kali sebagai ritual dukun
Tampilkan Ulasan (22)
Baca
+Pustaka
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Joy Julia
Sepertinya mending selesaikan Warung Tengah Malam dulu Thor, sudah terlanjur seru, biar bs fokus satu per satu dulu. Kampung Halimun seru jg, tp blm panas. Bakal geregetan kalau disana masih bersambung, disini bersambung
Baca Semua Ulasan
Desa Pulo Majeti

Desa Pulo Majeti

Melihat raut wajah Glen, Azriel, dan Rania yang ingin muntah, sudah jelas itu bukan sesuatu yang baik. “Kami lihat Rizky bawa sesuatu ke rumah panggung yang ternyata adalah rumah perdukunan, Bu. Abis itu Rizky sama Kakek Apung mulai ritual sambil baca mantra yang nggak tahu apa artinya.” Glen berhenti sejenak dan bergidik karena selanjutnya adalah bagian yang paling ia benci. “Terus pas ritual itu, Kakek Apung kayak kerasukan iblis yang mereka puja-puja. Pokoknya muka dia serem, matanya merah, sama suaranya berubah.”
1.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai ritual dukun
Baca
+Pustaka
Siluet Cinta Olive

Siluet Cinta Olive

Tempat ngolesnya persis sama di tempat pemasangan susuk. Ada juga yang pegangannya jimat rajah, bahkan jimat jenglot. Ada yang merapal jampe asihan pelet Sunda Banten, asihan Sibolokotomo. Ada juga yang rajin ritual ruwat mandi kembang tujuh rupa pada bulan purnama di pantai selatan, biar badan mereka wangi dan laris pembeli. Semua mereka punya guru spiritual alias dukun, yang kudu rajin digelontor uang secara periodik, tiap berapa bulan sekali. Entah semacam komisi penjualan atau sesederhana uang pengikat tali asih “Namanya juga dukun, ada duit ya rukun,’’tambah Widya sambil tertawa lebar.
1010.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 271 kali sebagai ritual dukun
Baca
+Pustaka
Dokter Jenius Desa Menjadi Penguasa

Dokter Jenius Desa Menjadi Penguasa

"Ritual apa?" Surya tertawa sinis. "Bakar kemenyan? Bakar gubuk liar? Apa saja biar kelihatan sakral. Intinya, kita tunjukkan lahan itu siap dibangun. Kita pakai jasa dukun terkenal, nantinya air itu akan kelihatan bersih, tapi mengandung racun hitam." "Bagus. Malam Purnama lusa. Di pinggir hutan. Jangan sampai ada yang tahu. Terutama si Satrio."
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai ritual dukun
Baca
+Pustaka
Padang : Lantai Pertama

Padang : Lantai Pertama

Usai mengucapkan kalimatnya, ia tertawa dan perlahan menghilang ke dalam kegelapan, tanpa meninggalkan jejak. Di sisi lain, sang Dukun berada di ruang batu, mempersiapkan ritual dengan penuh perhatian. Ia mengenakan topeng aneh dari kulit binatang, dihiasi bulu dan manik-manik di kepala. Di tangannya terdapat tongkat suci dari kayu, dihiasi dengan bulu dan tulang. Ia mendesah pelan, lalu mengarahkan pandangannya ke langit. Di hadapannya terletak berbagai perkakas untuk mantra sihirnya, seperti mangkuk batu dan beragam tanaman herbal serta batu.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai ritual dukun
Baca
+Pustaka
Pesugihan Kandang Bubrah

Pesugihan Kandang Bubrah

“Suamiku, Arif, dia terjerat dalam ritual pesugihan. Saya ingin menyelamatkannya. Tolong, bantu saya.” Dukun itu menghela napas panjang, lalu mengisyaratkan Lila untuk masuk. Ruangan itu dipenuhi aroma kemenyan, dan berbagai jimat serta benda-benda ritual tergantung di dinding. “Pesugihan tidak bisa diputuskan dengan mudah,” kata dukun itu sambil mengambil beberapa ramuan dari raknya. “Roh-roh yang terlibat akan mempertahankan hak mereka atas jiwa yang terikat. Jika kau memaksa, kau mungkin akan kehilangan lebih dari yang kau miliki sekarang.”
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai ritual dukun
Baca
+Pustaka
JANDA MENAWAN DIKEJAR CINTA BRONDONG SULTAN

JANDA MENAWAN DIKEJAR CINTA BRONDONG SULTAN

“Ya semisal orang mau cari kemakmuran hidup lewat jalan pintas, Pak. Di atas desa Banyu Mili, sekitar sepuluh kilo, ada satu desa yang sering dikunjungi manusia buat melakukan ritual pesugihan, kekebalan tubuh, dan hal-hal di luar nalar.” “Maksudnya ... di sana ada dukunnya gitu, Pak?” “Betul, Pak. Apa yang kita butuhkan, si dukun pasti bisa kabulkan. Ih, tapi amit-amit. Wong ya mereka bersekutu sama bangsa jin.” Semua orang kompak mengucap istigfar dan lafaz Naudzubillah.
1036.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai ritual dukun
Baca
+Pustaka
Bayangan Dibalik Cermin

Bayangan Dibalik Cermin

"Mereka adalah roh-roh yang tertahan dalam dunia ini, dan kalian telah membuka jalan bagi mereka untuk keluar. Sampai kalian bisa melepaskan ikatan ini, mereka akan terus mengikuti kalian… sampai salah satu dari kalian menyerah." Andi menelan ludah. "Maksudnya… sampai kami mati?" Wanita tua itu tidak menjawab, hanya memberikan tatapan kosong yang sudah cukup menjadi jawabannya. "Aku akan melakukan ritual ini, tetapi kalian harus tetap tenang. Jangan ada yang bergerak atau bersuara, apapun yang terjadi," perintah Dukun Ratna tegas.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai ritual dukun
Baca
+Pustaka
Perempuan Berkhodam Pesinden

Perempuan Berkhodam Pesinden

Titah Sang Dukun sakti tersebut. Dukun itu mulai menusuk ujung jari jempol Ningrum sebagai tanda persetujuan. Ningrum terlihat patuh dengan semua ritual kelam itu. Ia bahkan menurut saja saat diperintah meminum air yang telah dibacakan mantra-mantra. Ia bahkan dihadiahi Selendang Milik Sulastri sebagai simbol keberuntungan.
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai ritual dukun
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status