Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Menjadi Tawanan Empat Pria Tampan

Menjadi Tawanan Empat Pria Tampan

Berwarna merah, menetes-netes di lantai setiap dia melangkah. Rose menutup mulutnya, mendadak mual. “Dia mengeluarkan darah, Alan! Apa benar dia terkena virus Dextron? Kenapa terlihat begitu parah?” bisiknya, menggenggam bahu Alan saking ngerinya. “Memang. Itu bentuk infeksi yang lebih tinggi lagi,” jawab Alan, perlahan membawa Rose bergerak. “Lebih tinggi?” Alis Rose berkerut tak paham.
101.0K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as roses are red
Read
+Library
Suami Sementara

Suami Sementara

Di sana juga terdapat kebun bunga mawar merah yang merupakan bunga yang disukai oleh Raphine, lebih tepatnya bunga yang disukai oleh Cassalyn yang tidak dia kenali sebagai Red Fox. Rainero menenggelamkan dirinya dalam pekerjaan, setelah selesai pria itu pergi ke kamarnya untuk tidur, tapi ketika dia menutup matanya sosok Cassalyn dalam balutan gaun renda berwarna merah. Cassalyn tampak seperti bunga mawar merah yang mekar, nakal dan indah. Terlalu cantik dan terlalu mempesona. Tersadar bahwa dia seharusnya tidak memikirkan wanita lain selain Raphine, Rainero segera membuka matanya. Pria itu mencoba mengusir bayangan nakal Cassalyn di benaknya.
10128.3K viewsCompletedAdded to Library 4.6K Times as roses are red
Read
+Library
Katakan Saja Ini Takdir

Katakan Saja Ini Takdir

Salahkan Vee sudah membuat rona merah membumbui pipi Rose saat ini. Vee keparat memang. Benda plasma milik Rose bergetar hebat, wanita itu berlebihan memang. Tapi panggilan itu berulang dari Vee yang masih belum beranjak dari depan pintu rumahnya. Terpaksa Rose membuka saja, dari pada ancaman membawa Lily benar-benar dilakukannya. "Heeeiii! Vee, jangan masuk!" teriak Rose .
1019.4K viewsOngoingAdded to Library 425 Times as roses are red
Read
+Library
Wanita Masalalu Suamiku

Wanita Masalalu Suamiku

Hanya satu gerakan saja Haris berhasil membukanya. Rose tersenyum, ”Makasih, Ris.” Kemudian berlalu dari hadapan kedua pasangan itu, Rose menjauh. ”Tangan aku sampe merah,” keluh Rena membuat Haris segera melihat telapak tangan istrinya. Melihat tanda merah di sana, Haris meniup telapak tangan istrinya sambil mengusap. Rena tertawa, ”Ih, kayak anak kecil.”
8.575.2K viewsCompletedAdded to Library 2.9K Times as roses are red
Read
+Library
Ternyata Menantu Miliarder

Ternyata Menantu Miliarder

Setelah mendengar jawaban Kenzo, perlahan-lahan senyum di bibir Red Rose menghilang, “Lupakan, aku pergi pergi sendiri saja!” Red Rose bergumam lirih, “Huh, kamu lelaki membosankan.” Setelah mengatakan hal itu, dia memakai kacamata hitamnya tanpa melihat Kenzo sama sekali. Membosankan! Tidak menantang sama sekali! Red Rose tidak ingin tipe lelaki yang terlalu umum. Dia ingin lelaki yang sedikit sulit didapatkan. Awalnya saja menolak, tapi ujung-ujungnya mau juga.
9.678.1K viewsOngoingAdded to Library 2.3K Times as roses are red
Read
+Library
Menikahi Teman Gadis Putraku

Menikahi Teman Gadis Putraku

Roland nampak kesal lantaran atasannya begitu bodoh mengenai hal romantis. "Bos, kau hendak berbela sungkawa mengambil bunga krisan putih," cemooh Roland. "Kau dari tadi hanya berkomentar, ini salah itu salah. Lalu bunga apa yang harus aku berikan istriku," ujar Axelle berkacak pinggang. Dia menghela napas berat sembari mengembalikan bunga krisan putih itu ke tempatnya. "Bunga mawar merah itu simbol dari keromantisan. Ambil ini saja Tuan," ujar Roland mengambil setangkai mawar merah.
9.8477.3K viewsCompletedAdded to Library 19.1K Times as roses are red
Show Reviews (97)
Read
+Library
KarRa
Assalamu'alaikum, hola D'Lovely KarRa, terkhusus sahabat penulis, dilarang spam komentar PROMOSI dalam bentuk apa pun ya, yuks jaga sopan santun dengan saling menghargai, komentar sesuai isi cerita yang kalian baca ......
Kiki Sulandari
Stella menjadi wanita pemberani Stella mengancam pria yg telak menyentuhnya dengan cairan yg telahdia suntikkan ke tubuh pria itu Apakah pria itu akan menepati janjinya? Dapatkah Stella membujuk old Marvel untuk melepaskan mereka bertiga?
Read All Reviews
Pendekar Dalam Selubung Mantra

Pendekar Dalam Selubung Mantra

Endaru melepaskan diri dari Rose, “Tidak, kau bukan Dasi!” Endaru mundur dan berputar-putar sambil menarik dan membenamkan jemari pada rambutnya sendiri. “Aku Dasi-mu,” Rose terisak. Gaun tidur merah mudanya berubah merah pekat karena rembasan darah Crussoe di tangan Endaru.
1017.7K viewsCompletedAdded to Library 477 Times as roses are red
Show Reviews (39)
Read
+Library
Zhi
Keren, berkat penggunaan bahasa dan permainan kata-kata di dalamnya, kita bener-bener diajak kembali ke masa kerasnya zaman penjajahan bagi pribumi yang bukan main tidak adilnya. Salah satu buku yang bagus sejauh ini.
Rainfall
Jarang - jarang ada cerita yang ngangkat tentang budaya negara indonesia. Aku bener bener nikmatin. Di sini juga belajar kata kata baru. Belajar sekaligus nikmatin cerita, bener - bener hebat autornya
Read All Reviews
Raja Baru untuk Dunia Kegelapan

Raja Baru untuk Dunia Kegelapan

ucap Rosaline berusaha menenangkan Yuasa. “Tidak Rosaline, dia mengatakan yang sesungguhnya. Aroma darah bisa kucium dari sini, juga cahaya kehidupan yang semakin redup,” balas Yuasa setelah memejamkan mata sejenak, memindai sekitar dengan kemampuannya.
107.5K viewsOngoingAdded to Library 165 Times as roses are red
Read
+Library
Dihina Berandalan, Istri Bos Malah Ketagihan!

Dihina Berandalan, Istri Bos Malah Ketagihan!

tanya Rose polos. "Terserah kamu. Kamu pakai karung goni pun tetap cantik." "Ih, serius, Daniel!" Daniel tertawa rendah. "Merah. Sepertinya warna merah bakal kelihatan kontras di kulit kamu yang putih." "Merah ya? Oke. Tunggu kejutan dari aku nanti malam." Julian memejamkan mata. Imajinasi liar langsung menyambar otaknya tanpa permisi. Bayangan Rose dengan kulit seputih susu dan berbalut kain sutra merah tipis menari-nari di kepalanya.
1014.6K viewsOngoingAdded to Library 321 Times as roses are red
Read
+Library
Suamiku seorang Mata-Mata

Suamiku seorang Mata-Mata

Rose sedang memberikan saran kepada seorang pelanggan yang sedang memilih rangkaian bunga untuk pernikahan putrinya. "Rangkaian ini sangat cocok untuk pernikahan, Nyonya Harris," kata Rose dengan lembut, menunjuk pada rangkaian mawar merah yang indah. "Ini akan menambah keanggunan dan kehangatan pada acara pernikahan putri Anda." Nyonya Harris, seorang wanita paruh baya dengan senyum lebar di wajahnya, mengangguk setuju. "Terima kasih, Rose. Saya yakin putri saya akan sangat senang dengan pilihannya."
103.3K viewsCompletedAdded to Library 73 Times as roses are red
Read
+Library
PREV
1234568
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status