Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Penguasa hati

Penguasa hati

Mahesa menggeleng, “Nasi gorengnya enggak enak.” “Oh ... makan roti aja ya ....” Rima tersenyum lalu mengambil selembar roti tawar dan mengoleskan selai kacang di atasnya. “Aku enggak suka selai kacang!” Mahesa berteriak. “Tapi ....” Rima bingung. “Echa, bukannya kamu paling suka selai kacang?” Zaenal menegur dengan suara basnya.
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai roti selai nanas
Baca
+Pustaka
Aku (Bukan) Istri Pilihan

Aku (Bukan) Istri Pilihan

jawab Ara ketus. Tangannya sibuk mengoles roti dengan selai nanas. Tanpa sungkan dia sobek potongan roti, lalu memasukkan ke dalam mulutnya. Sementara Mas Haga, sama sekali belum menyentuh sarapannya. Matanya nanar menatap tingkah polah istrinya.
1032.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai roti selai nanas
Baca
+Pustaka
BRONDONG TENGIL BU DOSEN!

BRONDONG TENGIL BU DOSEN!

bisik Gilang, mengecup tepi bibir Mayang, menggodanya. "Aku bikinin roti oles ya. Mau pakai selai apa?" tanya Mayang, bersiap membalikkan badannya lagi menghadap meja dapur. "Selai stoberi ada? Di taburin coklat warna warni gitu, kayak yang suka ibu aku buat," ucap Gilang, tangannya mengelus bokong Mayang yang padat dan hangat. "Ada, Lang. Aku buat dulu ya." Mayang membalikkan badan. Tangan masih agak gemetar saat meraih bungkusan roti tawar, toples selai dan pisau untuk mengoles.
1044.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai roti selai nanas
Baca
+Pustaka
Ternyata Dosen Killer Itu Suamiku

Ternyata Dosen Killer Itu Suamiku

Membayangkan saat Nadira membuatkannya sambil bersungut-sungut dan riuh suara benturan alat dapur, An terkekeh. Namun saat penutup dibuka, An tertegun beberapa saat. Hatinya menghangat saat melihat penampilan roti bakar selai stroberi yang jauh dari ekspektasinya. Begitu rapi, dan bahkan menggugah selera. Lengkap dengan irisan buah dan susu UHT kotak yang semakin membuat senyuman Anand melebar. "Kamu masih bisa membuatkan ku sarapan walaupun sikapmu seolah membenciku, Nadira."
99.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 230 kali sebagai roti selai nanas
Baca
+Pustaka
Gadis Kesayangan si Raja Neraka

Gadis Kesayangan si Raja Neraka

sapa Rosa manis saat Nares menuruni tangga. Anya tak menoleh. Gigitan rotinya berlanjut. Rosa mengambil sepotong roti, mengolesi selai dengan telaten, lalu meletakkannya di piring Nares. “Makan yang banyak. Jadwalmu padat hari ini.” Namun Nares bahkan tak melirik piring itu. Tangannya justru bergerak merebut roti yang masih di antara gigi Anya. Sekali gigit, roti itu lenyap.
850 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai roti selai nanas
Baca
+Pustaka
Dikeluarkan Dari Grup Ibu PKK

Dikeluarkan Dari Grup Ibu PKK

"Mau roti tawar pakai selai coklat apa nanas?" "Mau, Tante." "Oke, tunggu sebentar." Aku segera membuatkan Tyo roti tawar dengan selai nanas. Anak itu menunggu dengan antusias. Dia seperti pembeli dalam sebuah restoran. Restoranku lebih tepatnya. "Tyo sudah bilang Mama main kemari?" Anak itu menggeleng. Jari telunjuknya menempel di bibir. "Tyo!" "Tyo!"
1022.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 553 kali sebagai roti selai nanas
Baca
+Pustaka
MAHAR TANPA CINTA

MAHAR TANPA CINTA

Kopi, creamer, gula serta selai keju dan selai kacang juga roti bakar. ‘Ternyata bisa samaan begini ya yang diambil dia, padahal tadi aku enggak lihat apa yang dia ambil,’ batin Nisha. ‘Kami tidak janjian, kenapa menu yang kami ambil sama persis? Sama-sama roti bakar, dua keping roti bakar, selai keju, selai kacang, margarine, kopi, creamer, dan gula. Apa ini pertanda dia jodohku?’ batin Nayaka Lukman Hermawan. Teman bisnisnya bahkan teman-teman sekolah dan kuliahnya memanggil dia Naya, sedang di keluarganya dia dipanggil YAKA.
10639 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai roti selai nanas
Baca
+Pustaka
Setelah Lima Tahun

Setelah Lima Tahun

Aku membantunya memakaikan jam tangan di lengan kirinya. Toaster berdenting. Empat roti bakar telah menyembul ke permukaan. Aku segera mengambil piring dan mengambil roti. Lantas kuolesi dengan margarin saja. Mas Ilham tidak suka selai yang terlalu manis. Kecuali selai nanas buatan mamanya. "Mas disuapin, ya!" pintanya sambil tersenyum. Aku menggeser kursi, duduk di sebelahnya dan mulai memotong roti dengan pisau dan garpu. Sementara Mas Ilham membuka laptopnya.
9.91.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41.0K kali sebagai roti selai nanas
Tampilkan Ulasan (129)
Baca
+Pustaka
Endah Ing
Bagus thor karyamu, mengambarkan cerita perselingkuhan yg berbeda dengan yg lainnya, penyesalan mereka yg nyata lewat perubahan dalam bersikap. Mereka orang" baik yg sedang di uji, sedang khilaf tapi memilih ambil sikap dan memperbaiki. Kebucinan yang gak lebay. Terasa lebih nyata jadinya
Ayusqie
Di luar hujan, numpang neduh ya kak author. Siapa tau kaka2 di sini mau neduh juga di karyaku, judulnya SUSAHNYA JADI MAS JOKO, author Ayusqie.        Pecah nih, kak. Romancenya bikin ngilu, kocaknya menggelitik, n sedihnya bikin mewek. Silahkan mampir ya kak. Terima kasih kk author dan kk2 semua.
Baca Semua Ulasan
Salah Kirim Paket

Salah Kirim Paket

"Kamu gak nyiapin Mas, sarapan yang?" "Bisa buat sendiri kan? Roti dan selai ada, tinggal oles, beres kan?" Kuseruput susu hangat yang ada di atas meja. Tanpa membantah Mas Alvan mengambil roti dan selai nanas lalu meletakkannya di atas meja. Selai telah dioleskan di atas roti. "Mana kunci mobil dan STNK nya Mas?" Kutengadahkan tangan di hadapan lelaki yang tengah asik mengunyah roti. Segera ia meminum air putih.
1084.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai roti selai nanas
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status