Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Obsesi Liar CEO

Obsesi Liar CEO

8 lembar roti tawar tanpa kulit, lalu Grace memotongnya dengan pisau kecil, 100 mili susu cair, minyak untuk menggoreng, sambal cabai botolan yang tersedia untuk pelengkap, 3 sendok makan margarin, Grace juga membersihkan bawang putih dari kulitnya sebanyak 4 siung bawang putih, 100 gram bawang bombai, 1 setengah sendok makan tepung terigu, 150 gram udang langsung dia cincang, 100 mili susu cair, 100 mili kaldu ayam, 100 gram sayur wortel Dan dipotong dadu sekitar setengah sentimeter, setengah sendok teh merica bubuk, setengah sendok teh garam, 2 sendok teh gula pasir, seperempat sendok teh pala bubuk, 50 gram keju parut, 1 sendok teh seledri yang dia cincang-cincang. Untuk bagian pelapis na
1047.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai roti selimut
Baca
+Pustaka
30 Hari Bersama Ceo Angkuh

30 Hari Bersama Ceo Angkuh

Wajah pria itu terlihat pucat pasi. Roti lapis? "Roti lapis dengan tuna asap?" tanya Austin memastikan. Emily menoleh dan langsung mengangguk. "Kau juga diberi, ya? Kelihatannya dia memang membuat sarapan yang cukup banyak kemarin." Deg!
10122.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.0K kali sebagai roti selimut
Baca
+Pustaka
Cinta yang Tak Diundang

Cinta yang Tak Diundang

Fidella Agri, gadis itu menopang dagu dengan sebelah tangan, sementara tangan lainnya sibuk menusuk-nusuk helai white toast yang dikenal sebagai roti. Roti berselimut selai kacang itu, seharusnya sudah memenuhi isi perut Fidella.
1013.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 538 kali sebagai roti selimut
Baca
+Pustaka
BASTARD IN THE BUS

BASTARD IN THE BUS

“Oh. Okay.” Lima belas menit kemudian. Lisa keluar dari kamar mandi. Dilihatnya Ami sedang menyiapkan roti beroles selai kacang. Rambutnya tergulung roll di depan dan belakang kepala. Segera disodorkannya roti kepada Lisa. “Thanks, Ami.” “Aku buatkan dua roti isi untuk pacar kamu. Tapi sebelum kamu kembali ke kamar, cerita dulu kenapa bisa kamu basah kuyup? Kalian kehujanan?”
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai roti selimut
Baca
+Pustaka
Fake Marriage (Indonesia)

Fake Marriage (Indonesia)

Seru salah seorang pelayan mengumumkan kepulangan pemilik rumah. Lunar selesai mengolesi selai di potongan roti ke-enam. Roti didempetkan dengan roti lainnya, lalu dia melahap sedikit demi sedikit. Bungkusan yang mana tersisa beberapa roti saja dibawa bersama selai dan juga sendok sebagai media olesnya. Dia mengapitnya di antara lengan dan badan sehingga ada tangan yang kosong untuk memegangi roti yang masih dijepit di mulut. Sambil berjalan keluar dari dapur, dia mengunyah roti dan menggigit roti secara bergantian.
9.952.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai roti selimut
Tampilkan Ulasan (34)
Baca
+Pustaka
Renko
Novel ini sudah update ke versi 2023, dimulai dari bab 27 merupakan tambahan bab dari novel ini, termasuk 4 extra part sebelumnya. Semoga dengan pembaruan ini, Fake Marriage bisa semakin baik lagi. Terima kasih atas waktumu yang sudah bersedia membaca kisah Lunar Arkan. Gift dan komentarmu juga~
Deeta Pratiwi
Seru. Bacanya deg-degan, apalagi saat scene Lunar dikejar Sora dan Niko. Dia yang dikejar, aku yang ketakutan ketangkep hahahhaa... Keren, ditunggu kelanjutannya ya Thor. Baru baca sampai bab tiga, dan nagih pengen baca bab selanjutnya.
Baca Semua Ulasan
Gairah Sang CEO Muda

Gairah Sang CEO Muda

"Sistem itu dirancang untuk meminimalkan friksi manusia. Tapi melihatnya secara langsung... rasanya sangat dingin." Sarapan di Pinggir Jalan: Uji Coba Sensorik Tobi, yang duduk di belakang bersama Kevin dan Hilda, tiba-tiba menepuk pundak Arlo. "Berhenti di depan sana! Kalau mau Leo jadi manusia lagi, dia tidak boleh sarapan roti gandum mansion. Dia butuh Bubur Ayam legendaris." Mereka berhenti di sebuah kedai kaki lima yang ramai. Aroma kerupuk, kecap manis, dan kaldu ayam menyeruak. Leo menatap mangkuk di depannya dengan dahi berkerut.
101.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai roti selimut
Baca
+Pustaka
ERBLINIE: Warisan Dosa dan Pernikahan Palsu Sang Agen

ERBLINIE: Warisan Dosa dan Pernikahan Palsu Sang Agen

Adelheid langsung berdiri dan menghitung dengan jari. “Roti isi. Donat. Biskuit cokelat. Sosis panggang. Dan—kalau bisa—strudel apel.” Leonhardt menoleh ke Margarethe, menunggu jawaban. “Terserah,” jawab Margarethe pelan tanpa mengangkat kepala. “Asal bukan granat.” Ucapannya datar, hampir tanpa emosi, sementara matanya membeku pada satu halaman tertentu—tulisan tangan gemetar milik Helena Falk.
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai roti selimut
Baca
+Pustaka
My Mine (Indonesia)

My Mine (Indonesia)

tanya wanita paruh baya itu sembari mengangkat roti yang di maksud oleh Nadhara. Nadhara tersenyum, “Isiannya kelapa muda yang sudah di campur dengan gula merah dan yang berada di sebelahnya menggunakan gula putih. Kalau yang yang di sampingnya roti gandum yang baru saja selesai di oven, masih panas dan enak untuk di pakai sarapan bersama selai.”
9.816.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 486 kali sebagai roti selimut
Baca
+Pustaka
Upik Abu Mertua

Upik Abu Mertua

Hafizah mencoba menutup mulut untuk menolak suapan dari ibu mertuanya, akan tetapi Lestari semakin memasukkan roti kotor itu ke dalam mulutnya sehingga masuk juga ke dalam mulut. "Telan Hafizah, kamu pantas makan roti kotor yang diinginkan Putri tadi, mungkin rasanya nikmat dengan selai lumpur yang menempel pada gunting kotor ini, aku terlalu baik padamu memberikan kamu sarapan mahal uang dari anakku Hamid."
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai roti selimut
Baca
+Pustaka
ADA DARAH DI DALAM AIR

ADA DARAH DI DALAM AIR

Alhasil roti itupun tak habis dimakan tapi habis dibuat lempar-lemparan. Sisa satu potongan roti,dan tangan keduanya sama-sama memegang potongan roti itu.Wajah tampan mereka juga sudah ditutupi oleh krim kue.Sedangkan Leo masih setia menyaksikan pertandingan itu sampai akhir,ia tak ingin melerainya,ia mencari aman saja.Mandi di malam hari itu tak enak.
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai roti selimut
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status