Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
THE HUMAN BEAST

THE HUMAN BEAST

rantainya. Aku berdiri lagi. Aku membuka karung itu. Sepotong roti - dua roti - sebotol air, dan selimut. Tanpa pikir panjang saya mematahkan salah satu ujung roti: roti standar, empuk, tanpa bahan asli, tekstur kenyal, remah kering, hampir tidak beraroma. Tidak sebagus yang saya buat. Itu adalah swill babi Kartago dibandingkan dengan yang saya buat. Tapi itu roti. Makanan. Saya mengangkat ujung yang telah saya putus, dan mengendusnya lebih hati-hati. Mengapa mereka meninggalkan saya makanan? Apakah itu diracuni? Apakah itu dibius, apakah itu membius saya, jadi saya tidak akan melihatnya datang? Mungkin aku ingin dibius. apakah itu akan menenangkan saya, jadi saya tidak akan melihatnya data
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai roti selimut
Baca
+Pustaka
Obsesi Liar CEO

Obsesi Liar CEO

8 lembar roti tawar tanpa kulit, lalu Grace memotongnya dengan pisau kecil, 100 mili susu cair, minyak untuk menggoreng, sambal cabai botolan yang tersedia untuk pelengkap, 3 sendok makan margarin, Grace juga membersihkan bawang putih dari kulitnya sebanyak 4 siung bawang putih, 100 gram bawang bombai, 1 setengah sendok makan tepung terigu, 150 gram udang langsung dia cincang, 100 mili susu cair, 100 mili kaldu ayam, 100 gram sayur wortel Dan dipotong dadu sekitar setengah sentimeter, setengah sendok teh merica bubuk, setengah sendok teh garam, 2 sendok teh gula pasir, seperempat sendok teh pala bubuk, 50 gram keju parut, 1 sendok teh seledri yang dia cincang-cincang. Untuk bagian pelapis na
1046.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai roti selimut
Baca
+Pustaka
30 Hari Bersama Ceo Angkuh

30 Hari Bersama Ceo Angkuh

Wajah pria itu terlihat pucat pasi. Roti lapis? "Roti lapis dengan tuna asap?" tanya Austin memastikan. Emily menoleh dan langsung mengangguk. "Kau juga diberi, ya? Kelihatannya dia memang membuat sarapan yang cukup banyak kemarin." Deg!
10121.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.0K kali sebagai roti selimut
Baca
+Pustaka
Cinta yang Tak Diundang

Cinta yang Tak Diundang

Fidella Agri, gadis itu menopang dagu dengan sebelah tangan, sementara tangan lainnya sibuk menusuk-nusuk helai white toast yang dikenal sebagai roti. Roti berselimut selai kacang itu, seharusnya sudah memenuhi isi perut Fidella.
1013.6K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 532 kali sebagai roti selimut
Baca
+Pustaka
Setelah Lima Tahun

Setelah Lima Tahun

Aku membantunya memakaikan jam tangan di lengan kirinya. Toaster berdenting. Empat roti bakar telah menyembul ke permukaan. Aku segera mengambil piring dan mengambil roti. Lantas kuolesi dengan margarin saja. Mas Ilham tidak suka selai yang terlalu manis. Kecuali selai nanas buatan mamanya. "Mas disuapin, ya!" pintanya sambil tersenyum. Aku menggeser kursi, duduk di sebelahnya dan mulai memotong roti dengan pisau dan garpu. Sementara Mas Ilham membuka laptopnya.
9.91.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29.3K kali sebagai roti selimut
Tampilkan Ulasan (129)
Baca
+Pustaka
Endah Ing
Bagus thor karyamu, mengambarkan cerita perselingkuhan yg berbeda dengan yg lainnya, penyesalan mereka yg nyata lewat perubahan dalam bersikap. Mereka orang" baik yg sedang di uji, sedang khilaf tapi memilih ambil sikap dan memperbaiki. Kebucinan yang gak lebay. Terasa lebih nyata jadinya
Ayusqie
Di luar hujan, numpang neduh ya kak author. Siapa tau kaka2 di sini mau neduh juga di karyaku, judulnya SUSAHNYA JADI MAS JOKO, author Ayusqie.        Pecah nih, kak. Romancenya bikin ngilu, kocaknya menggelitik, n sedihnya bikin mewek. Silahkan mampir ya kak. Terima kasih kk author dan kk2 semua.
Baca Semua Ulasan
BASTARD IN THE BUS

BASTARD IN THE BUS

“Oh. Okay.” Lima belas menit kemudian. Lisa keluar dari kamar mandi. Dilihatnya Ami sedang menyiapkan roti beroles selai kacang. Rambutnya tergulung roll di depan dan belakang kepala. Segera disodorkannya roti kepada Lisa. “Thanks, Ami.” “Aku buatkan dua roti isi untuk pacar kamu. Tapi sebelum kamu kembali ke kamar, cerita dulu kenapa bisa kamu basah kuyup? Kalian kehujanan?”
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai roti selimut
Baca
+Pustaka
Diam-Diam Jatuh Cinta

Diam-Diam Jatuh Cinta

Tapi pastinya untuk menyiapkan ini semua dia bangun jauh lebih awal dariku. “Silakan, Zola.” Ariq menyuruhku mengoles selai setelah menjejalkan setangkup roti ke mulutnya. Berbeda dengannya, aku memilih selai coklat hazelnut lalu mengoles tipis-tipis ke permukaan roti tawar super lembut di tanganku. “Semalam saya buat pengakuan apa?” Pertanyaan Ariq membuatku mengangkat kepala dan menatap padanya.
9.728.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 900 kali sebagai roti selimut
Baca
+Pustaka
Fake Marriage (Indonesia)

Fake Marriage (Indonesia)

Seru salah seorang pelayan mengumumkan kepulangan pemilik rumah. Lunar selesai mengolesi selai di potongan roti ke-enam. Roti didempetkan dengan roti lainnya, lalu dia melahap sedikit demi sedikit. Bungkusan yang mana tersisa beberapa roti saja dibawa bersama selai dan juga sendok sebagai media olesnya. Dia mengapitnya di antara lengan dan badan sehingga ada tangan yang kosong untuk memegangi roti yang masih dijepit di mulut. Sambil berjalan keluar dari dapur, dia mengunyah roti dan menggigit roti secara bergantian.
9.951.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai roti selimut
Tampilkan Ulasan (33)
Baca
+Pustaka
Renko
Novel ini sudah update ke versi 2023, dimulai dari bab 27 merupakan tambahan bab dari novel ini, termasuk 4 extra part sebelumnya. Semoga dengan pembaruan ini, Fake Marriage bisa semakin baik lagi. Terima kasih atas waktumu yang sudah bersedia membaca kisah Lunar Arkan. Gift dan komentarmu juga~
Deeta Pratiwi
Seru. Bacanya deg-degan, apalagi saat scene Lunar dikejar Sora dan Niko. Dia yang dikejar, aku yang ketakutan ketangkep hahahhaa... Keren, ditunggu kelanjutannya ya Thor. Baru baca sampai bab tiga, dan nagih pengen baca bab selanjutnya.
Baca Semua Ulasan
Gairah Sang CEO Muda

Gairah Sang CEO Muda

"Sistem itu dirancang untuk meminimalkan friksi manusia. Tapi melihatnya secara langsung... rasanya sangat dingin." Sarapan di Pinggir Jalan: Uji Coba Sensorik Tobi, yang duduk di belakang bersama Kevin dan Hilda, tiba-tiba menepuk pundak Arlo. "Berhenti di depan sana! Kalau mau Leo jadi manusia lagi, dia tidak boleh sarapan roti gandum mansion. Dia butuh Bubur Ayam legendaris." Mereka berhenti di sebuah kedai kaki lima yang ramai. Aroma kerupuk, kecap manis, dan kaldu ayam menyeruak. Leo menatap mangkuk di depannya dengan dahi berkerut.
101.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai roti selimut
Baca
+Pustaka
ERBLINIE: Warisan Dosa dan Pernikahan Palsu Sang Agen

ERBLINIE: Warisan Dosa dan Pernikahan Palsu Sang Agen

Adelheid langsung berdiri dan menghitung dengan jari. “Roti isi. Donat. Biskuit cokelat. Sosis panggang. Dan—kalau bisa—strudel apel.” Leonhardt menoleh ke Margarethe, menunggu jawaban. “Terserah,” jawab Margarethe pelan tanpa mengangkat kepala. “Asal bukan granat.” Ucapannya datar, hampir tanpa emosi, sementara matanya membeku pada satu halaman tertentu—tulisan tangan gemetar milik Helena Falk.
101.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai roti selimut
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status