Blue Flame
Ia membawa perlengkapan pelindung dan, tanpa banyak bicara, langsung menghampiri Rohana.
Tangannya mengangkat sebuah pelindung lengan dari baja kebiruan gelap. Dengan tenang, Dean memasangnya di lengan kiri Rohana, dari pergelangan hingga siku. Tangannya yang besar dan kokoh bergerak cekatan, namun penuh kehati-hatian, seolah logam itu bukan sekadar zirah, melainkan bagian dari Rohana sendiri.
“Kamu harus bisa mengayunkan lengan dengan bebas, tapi tetap terlindungi,” ujar Dean lembut, suaranya rendah dan serak, hampir seperti bisikan.
Hot Chapters