BUKAN MENANTU KAYA
“Dek, Ini goreangannya,“ ucapku.
“Iya Mas, taruh aja di meja,“ sahutnya tanpa menoleh.
Setelah sarapan, mandi dan shalat dhuha, kami meluncur ke komplek elit perumahan Pak Bos Deny. Komplek yang keamanannya ketat. Beruntung para satpam sudah mengenalku, jadi kami bisa masuk dengan mudah.
***
“Ini rumahnya, Mas?“ tanya Hanna dengan tatapan takjub.
“Iya, Dek.“ Aku menjawabnya seraya memencet bel. Tak lama satpam membukakan pintu.
“Eh, ternyata ente, Hasan. Tuh Pak Bos sama Bu Bos udah nunggu di dalam,“ katanya.
“Siap, Pak Dadi. Kami masuk dulu ya, Pak.“
“Silahkan, San.“
Hot Chapters