Bos, Kita Masih di Kantor!
Awalnya, Damian berjalan santai, namun langkahnya terhenti saat melihat keributan yang memenuhi lobi.
Faris, yang sedang mengamuk, menatap orang-orang yang mengerumuni mereka.
"Siapa bos di perusahaan ini? Istriku kerja di sini, kasih dia pinjaman! Dia nggak bisa bayar utang-utangnya!"
Lara merasa napasnya tersumbat. Dia memejamkan mata erat-erat, berharap ini hanyalah mimpi buruk. Dia tidak berani mengangkat wajah sama sekali.