Cinta Setelah Talak
“Iya. Sagara yang merancang dan membangunnya sendiri karena dia tak ingin tinggal di rumah saya, ingin mandiri katanya. Anehnya, dia enggak mau jauh dari saya, takut saya kesepian katanya.”
Prawira terkekeh, sedangkan Sasi hanya mengulas senyum. Dia mengedarkan pandangan dan kembali terpana dengan desain bangunan pilihan sang suami. Rumah itu mempunyai pintu dan jendela kaca yang besar menghadap hamparan sawah hijau di depannya, belum lagi terdapat sungai kecil yang suara gemericik airnya bisa menjadi penenang di kala jiwa sedang lara.
“Istirahatlah, Sasi. Sebentar lagi Sagara pasti ke sini. Kalau kamu mau makan ke dalam saja, ya?”
Hot Chapters