Dia Ibumu Bukan Pembantumu
"Makasih, Jo. Karenamu aku bisa melupakan kekesalan ini, tapi aku tidak tahu bagaimana nanti jika kamu sudah tidak ada di samping aku. Maksudku, kamu kembali ke Surabaya."
"Yang."
"Hum?"
"Aku tidak akan ke mana-mana kok, dan gak usah khawatir. Kita akan tetap bersama selamanya."
"Eh, btw ini arah rumahnya ke mana, Yang?"
Sejam lebih kami berdua berbincang-bincang, hingga tidak terasa jika kami telah sampai di tempat tujuan. Rumah bapak di Kampung Tenjolaya. Letaknya hampir dekat dengan pegunungan juga kebun-kebun dan pepohonan yang menjulang tinggi.