Hajatan di Rumah Ibu
Melihat semangat itu, aku berusaha memaksakan senyum, walau hati masih terasa ragu.
Dalam hati aku berdoa, semoga saja saat sampai di rumah Ibu, keluargaku mau menyambut kami dengan hangat.
Kami mulai berjalan menuju rumah Ibu. Sepanjang perjalanan, jalanan tanah berdebu menjadi saksi langkah kaki kecil anak-anakku. Beberapa kali kami berpapasan dengan para tetangga yang masing-masing membawa satu kantong plastik, yang sama persis seperti milik Bu Murni tadi.
ตอนยอดนิยม