Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari
Ia mengangkat keris perlahan, napasnya tersengal.
“Kalau aku menulis ulang dunia, aku ingin ia mengingatmu, Naira.”
“Kalau begitu,” bisik Naira, “tulis dengan hatimu.”
Keris itu menyala, memancarkan cahaya putih menyilaukan. Lira menorehkan bilahnya di udara, menciptakan garis baru di atas simbol kuno. Saat bilahnya menyentuh cahaya, suara ribuan jiwa bersatu—jerit, tawa, tangis, dan doa bercampur menjadi satu nada.
ตอนยอดนิยม