NAFKAH YANG TERBAGI
Memang, Saga dan Ratri memiliki kunci gerbang dan rumah itu masing-masing.
"Huh! Capek sekali," gumam Saga, setelah ia keluar dari mobilnya.
Saga masuk ke dalam rumah, ternyata rumah sudah dalam keadaan sepi dan gelap. Hanya beberapa lampu yang menyala di beberapa ruangan.
Saga bergegas hendak pergi ke kamarnya. Namun, Saga berhenti saat ia melewati ruang tengah yang hanya tersorot cahaya remang-remang dari dapur. Saga tersenyum, ketika Ratri tengah berdiri, di ruangan itu dengan posisi membelakanginya, dengan rambut panjang yang terurai indah.
Hot Chapters