SUJUD TERAKHIR EMAK
Mereka berhenti di depan sebuah pintu kayu yang terlihat lebih usang dibanding pintu-pintu lainnya.
Siti membuka pintu dan memperlihatkan kamar kecil dengan satu tempat tidur sempit, lemari tua, dan jendela kecil yang menghadap ke tembok. Kamar itu terasa pengap, jauh dari kesan nyaman.
"Maaf ya, Mak, kamarnya kecil," bisik Siti pelan.
"Nggak apa-apa, Nak. Emak sudah biasa," jawab Mak Asih dengan suara bergetar, berusaha menyembunyikan luka yang terasa semakin dalam.