Tawa anak tengah malam
“Halo, ada yang nongkrong di semak? Kalau ada, tolong jangan ngagetin, ya. Saya punya penyakit lemah jantung, lemah kalau liat mantan jalan sama suaminya.”
Dia ngakak sendiri, tapi tawanya langsung berhenti ketika sebuah bayangan melintas di depan jalan setapak. Cepat, samar, tapi jelas berbentuk tubuh manusia.
Arman berhenti mendadak. Matanya melotot, jantungnya berdegup keras.
“Eh, eh, eh. Siapa, tuh? Jangan main petak umpet tengah malam, dong, Bro. Nggak seru!”
الفصول الرائجة