SEDIKIT LAGI, SAYANG!
ucapnya pelan, meski penyesalan itu terasa tak cukup menebus luka.
“Sayang, kita pulang aja,” ucap Cindy sambil berdiri dari sofa. Wajahnya keras menahan sakit. “Nggak masalah aku nggak punya wali nikah.” Ia tersenyum pahit. “Kayaknya… aku memang nggak punya keluarga lagi,” lanjutnya lirih, penuh kecewa dan kepedihan.
“Sayang…” Nathan bangkit setengah berdiri, berusaha menahannya, suaranya sarat kekhawatiran.